Langsung ke konten utama

Kerumunan

Kerumunan

Embeg adalah hiburan rakyat. Lapangan selalu ramai pengunjung kalau ada embeg. Anak-anak berlarian di lapangan. Lapak-lapak dadakan berjejer di pinggiran lapangan. Seorang anak menangis minta beli pop ice. Gadis berjilbab coklat mengecek layar ponselnya. Gamelan ditabuh bertalu-talu. Suaranya nyaring mengalahkan campuran berbagai suara. Para penari berjumpalitan dengan gerakan akrobat. Pasangan kekasih yang masih remaja berpegangan tangan, nampak malu-malu. Seorang ayah mengajari anaknya membuat gelembung dari cairan sabun dan tongkat yang ujungnya diberi lubang. Penjual balon mendekati anak-anak yang ibunya melirik tak suka.

Aku duduk di rumput dan mengamati sambil menulis. Punggungku panas kena terik. Sesekali terdengar petugas mengimbau para penonton agar memakai masker, yang tentu saja hanya digubris beberapa orang saja. Aku kenal sebagain besaro orang-orang di sini. Banyak yang berasal dari desaku. Ada capung terbang rendah di atas rumput. Sampah berserakan.

Banjarnegara, 14 Juni 2021 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Betapa Tidak Akuratnya Laporan Hasil Belajar Siswa

Betapa Tidak Akuratnya Laporan Hasil Belajar Siswa Pagi tadi, saya berangkat ke kantor seperti biasa. Padahal, sebenarnya ini sudah masuk liburan semester 1. Saya berangkat ke kantor untuk menyelesaikan laporan hasil belajar siswa atau rapor. Ada beberapa kendala yang menyebabkan urusan rapor ini tidak selesai tepat waktu. Mengurus rapor adalah salah satu tugas wajib seorang guru. Namun, ini adalah tugas yang tidak saya sukai. Kewajiban biasanya memang menyebalkan. Dan, mau bagaimana lagi. Saya tak menyukai tugas ini bukan karena saya malas. Kalau kalian berpikir ini karena saya malas, bagaimana mungkin saya bisa menyelesaikan tulisan sepanjang ini? Saya tak suka mengurus rapor siswa karena kadang-kadang merasa bahwa hasil dari tugas ini sia-sia belaka. Selama ini saya merasa betapa tidak akuratnya laporan hasil belajar yang disampaikan wali kelas ke wali siswa. Memang, tidak semuanya tidak akurat. Namun, lebih banyak yang tidak akurat. Bingung kan? Menurut saya, laporan ...

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Ketidakjelasan Pikiran

Saat kamu akan menulis tentang hari ini, tiba-tiba listrik padam. Ini sangat menyebalkan. Namun, sebenarnya kamu juga menyukai hal ini. Tidak ada suara televisi. Tidak ada kebisingan. Kamu bertanya-tanya, apakah menyenangkan jika setiap hari kamu tak mendengar suara televisi. Rasanya pasti sangat menyenangkan. Bagaimana jika kamu berdiskusi dengan Anjas terkait dengan masalah ini? Bagaimana jika kelak tak perlu ada televisi di rumah kamu? Ini pasti akan menyenangkan. Kalian bisa mengobrol tentang banyak hal, tanpa terdistraksi oleh suara-suara yang tidak penting. Suara-suara itu yang membuat kamu merasa mengalami ketidakjelasan pikiran. Duh, ini istilah apa si? Ketidakjelasan pikiran ini adalah satu kondisi saat kamu tidak tahu harus melakukan apa meski kamu sebenarnya sangat ingin melakukan sesuatu. Akhirnya, kamu melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin kamu lakukan. Kadang ini membuat kamu pusing. Kamu tidak penuh. Dalam artian, kamu melakukan A tapi pikiranmu B. Kamu tidak mel...