Langsung ke konten utama

Satu Hal yang Kamu Minta



Apa yang kamu minta jika hal itu pasti dikabulkan? Apakah kamu akan meminta rumah mewah? Uang melimpah? Panjang umur? Kekasih yang tampan? Pesawat jet? Ada banyak sekali hal yang muncul saat kita memikirkan keinginan.

Mungkin, kita akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memikirkannya. Dan, mungkin kita akan dibayang-bayangi perasaan tidak puas dengan pilihan kita. Kita sering kali tidak fokus pada apa yang kita pilih, tapi pada apa yang tidak kita pilih.

Namun, jika kamu bertanya kepadaku apa yang aku minta jika itu pasti dikabulkan, aku akan menjawab: selalu diberi kesehatan sepanjang hidupku. Sakit, apa pun itu, rasanya sungguh menyebalkan. Aku sudah berkali-kali merasakannya. Tak perlu kusebutkan di sini.

Bahkan, aku baru sembuh dari sakit kepala kemarin. Meski aku sudah sering mengalami sakit, baru kali ini aku mau merenungkannya. Maksudku, menulisnya. Ada banyak sekali hal yang tak bisa kulakukan saat sakit. Bahkan, nyaris aku tak bisa apa-apa.

Saat sakit, kamu tak merasakan nikmatnya makanan; kamu tak bisa bergerak bebas; kamu tak bisa melaksanakan kewajibanmu; dan ada banyak sekali hal yang tak bisa kamu lakukan saat sakit. Maka, bukankah sebaiknya kita tak menyia-nyiakan kesehatan kita?

Itulah sebabnya aku memilih diberi kesehatan sepanjang hidup jika satu permintaanku pasti dikabulkan.

Tapi, tak ada yang seperti itu. Kita tidak hidup di dunia peri. Kita hidup di dunia yang mengharuskan kita berusaha. Persetan dengan hal-hal itu.

Jangan harap sehat jika pola hidupmu sakit.

Jangan harap puncak jika tak suka mendaki. Kecuali kamu bisa sewa helikopter.

Apa yang akan kamu minta jika permintaanmu pasti dikabulkan?

***

Pada suatu sore, aku ingin menikmati matahari terbenam bersamamu. Mari kita iris kecil-kecil, lalu kita olesi saus merah; kita nikmati pelan-pelan sambil menanti satu-satu lampu kota menyala.

Apakah alam masih punya kuasa menggelar keindahannya di tengah megahnya keindahan artifisial yang dicipta manusia? Anak-anak berambut kusut meminta-minta. Pengamen jalanan dengan suara pas-pasan. Hiruk suara kendaraan.

Tapi kita dibibir pantai. Di sana hanya ada angin sore. Burung camar. Dan nyiur kelapa. Dan debur ombak tentu saja.

Banjarnegara, 18 April 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Ketidakjelasan Pikiran

Saat kamu akan menulis tentang hari ini, tiba-tiba listrik padam. Ini sangat menyebalkan. Namun, sebenarnya kamu juga menyukai hal ini. Tidak ada suara televisi. Tidak ada kebisingan. Kamu bertanya-tanya, apakah menyenangkan jika setiap hari kamu tak mendengar suara televisi. Rasanya pasti sangat menyenangkan. Bagaimana jika kamu berdiskusi dengan Anjas terkait dengan masalah ini? Bagaimana jika kelak tak perlu ada televisi di rumah kamu? Ini pasti akan menyenangkan. Kalian bisa mengobrol tentang banyak hal, tanpa terdistraksi oleh suara-suara yang tidak penting. Suara-suara itu yang membuat kamu merasa mengalami ketidakjelasan pikiran. Duh, ini istilah apa si? Ketidakjelasan pikiran ini adalah satu kondisi saat kamu tidak tahu harus melakukan apa meski kamu sebenarnya sangat ingin melakukan sesuatu. Akhirnya, kamu melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin kamu lakukan. Kadang ini membuat kamu pusing. Kamu tidak penuh. Dalam artian, kamu melakukan A tapi pikiranmu B. Kamu tidak mel...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...