Hujan dan Dedaunan Daun-daun dan hujan mencipta suara rintik. Di kulitku, tetes-tetes air mulai menitik. Dingin. Menggelitik. Aku belum menemukan jawab atas pertanyaan yang terbetik. Bertahun-tahun pertanyaan itu bertahan di kepalaku. Di sana, dikepalaku. Seperti gelembung udara yang terjebak dalam air yang membeku. Pertanyaan itu mungkin tak terjawab. Semakin aku berusaha menjawabnya semakin aku terjerembab ke dalamnya. Mungkin, pertanyaan itulah jawabannya. Seperti katamu dulu, hidup yang tak dipertanyakan tidak layak dipertahankan. Kau terus bertanya, apa yang kau inginkan dari hidup. Daun-daun yang telah menguning berguguran ditiup angin, seperti itulah manusia di senja kala hidupnya yang begitu singkat, yang saking singkatnya sampai membuat manusia kadang lupa dan melupakan bahwa hidup begitu singkat. Tak selamanya. Seperti hujan yang hanya sesaat. Hujan dan daun. Sore hari dan awan yang sedikit manyala. Dan, kau yang menanyakan masakan apa yang aku inginkan. Apa yang akan...