Saat
kamu akan menulis tentang hari ini, tiba-tiba listrik padam. Ini sangat
menyebalkan. Namun, sebenarnya kamu juga menyukai hal ini. Tidak ada suara
televisi. Tidak ada kebisingan. Kamu bertanya-tanya, apakah menyenangkan jika
setiap hari kamu tak mendengar suara televisi. Rasanya pasti sangat
menyenangkan. Bagaimana jika kamu berdiskusi dengan Anjas terkait dengan
masalah ini? Bagaimana jika kelak tak perlu ada televisi di rumah kamu? Ini
pasti akan menyenangkan.
Kalian
bisa mengobrol tentang banyak hal, tanpa terdistraksi oleh suara-suara yang
tidak penting. Suara-suara itu yang membuat kamu merasa mengalami
ketidakjelasan pikiran. Duh, ini istilah apa si? Ketidakjelasan pikiran ini
adalah satu kondisi saat kamu tidak tahu harus melakukan apa meski kamu
sebenarnya sangat ingin melakukan sesuatu. Akhirnya, kamu melakukan hal yang
sebenarnya tidak ingin kamu lakukan. Kadang ini membuat kamu pusing. Kamu tidak
penuh. Dalam artian, kamu melakukan A tapi pikiranmu B.
Kamu
tidak melakukan satu tindakan dengan penuh. Penuh yang dimaksud di sini adalah
selarasnya antara hati, pikiran, perkataan dan perbuatan. Misalnya, saat kamu
sedang membalas chat Anjas, pikiranmu ternyata ada di raport, jadwal
besok, baca buku, dan masih banyak hal lainnya lagi. Ini sangat tidak sehat.
Kamu harus belajar. Jika kamu sedang melakukan satu hal, lakukan hal itu dengan
penuh. Libatkan hatimu, pikiranmu, dan tindakanmu semua di tindakan itu.
Hari
ini, kamu menangkap satu emosi negatif yang menyeruak, yaitu rasa sebal yang
biasanya bisa merusak mood kamu. Saat kamu sedang asyik mengerjakan
sesuatu tiba-tiba ada hal lain yang diluar rencanamu. Ini sangat menyebalkan.
Pikiranmu jadi terpecah-pecah. Kamu kehilangan fokus.
Ada
satu hal yang dapat kamu lakukan dengan fokus. Hal itu adalah membaca. Ketika
membaca, pikiranmu bisa benar-benar fokus ke bacaan. Apalagi kalau apa yang
kamu baca ternyata menarik. Inilah mungkin salah satu hal yang membuat kamu
suka membaca. Menyenangkan rasanya dapat memfokuskan pikiran dalam satu
aktivitas.
O,
iya. Hari ini, dalam pikiranmu kamu menyatakan untuk tidak menyentuh pekerjaan
kantor jika kamu ada di rumah. Atau, paling mepet adalah jam 5 sore. Jam sore
itu akan kamu habiskan untuk membaca buku. Itu saja. Ini artinya, kamu harus
rajin menyelesaikan pekerjaan kantor di kantor. Kamu tak boleh pulang dari
sekolah sebelum pukul 14.30. Kamu boleh pulang setelah jam itu.
Terkait
fokus, kamu akan berlatih dengan menulis. Kamu akan menulis satu topik spesifik
yang dapat kamu comot dalam keseharianmu. Berapa jumlah katanya? Jumlah katanya
minimal 500 kata. Topik spesifik ini bisa apa saja. Bisa kamu rencanakan dan bisa kamu comot seketika. Ini mungkin akan
berguna untuk membantu pikiranmu agar mampu fokus.
Kamu bisa menggunakan trik judul dan kata akhir yang terpaut. Ini yang
dilakukan Fahd Jibran dalam bukunya Perjalanan Rasa. Kamu
bisa menautkan judul dengan kata terakhir, atau judul dengan kata acak di dalam
tulisanmu. Ini akan menarik jika memang bisa berjalan lancar. Satu kali
menulis, kamu bisa merenung dan berlatih fokus.
Nulis
yang asal nulis saja itu buruk. Petuah itu akan menghasilkan deretan kata yang
mubazir. Kalau itu dicetak, itu akan memperburuk alam ini karena setiap yang
dicetak dengan kertas berarti ada bahan baku yang harus didapat dari kayu.
Sekian.
Banjarnegara, 25 Maret 2021

Komentar
Posting Komentar