Langsung ke konten utama

Keterampilan Baru



Keterampilan Baru

Aku sudah belajar bahasa Inggris sejak SD. Tiga tahun di SMP, tiga tahun di SMA, dan satu semester saat kuliah. Namun, apakah kemampuan bahasa Inggrisku meningkat. Kukira tidak. Karena tak pernah kugunakan, bahasa Inggrisku lenyap.

Namun, suatu ketika aku menemukan banyak buku menarik yang berbahasa Inggris. Buku-buku itu gratis. Sayangnya, aku tak mengerti bahasa Inggris. Dari sinilah aku mulai tertarik untuk mempelajari lagi bahasa Inggris. Ada banyak sekali buku bagus yang bisa kubaca secara gratis jika aku bisa berbahasa inggris.

Aku mulai belajar bahasa Inggris dengan banyak menonton video di YouTube yang berbahasa Inggris. Aku juga menerjemahkan artikel-artikel di internet. Semua ini kulakukan perlahan-lahan tanpa ada paksaan dan tekanan. Aku tak mempelajari tata bahasa bahasa Inggris. Aku hanya memperhatikan bagaimana orang-orang menggunakannya.

Aku merasakan manfaat yang lumayan besar dengan belajar bahasa Inggris. Misalnya, aku lulus TOEFL untuk syarat sidang skripsi dengan hanya satu kali tes. Padahal, banyak teman-temanku yang gagal di tes ini lebih dari tiga kali.

Sekarang, aku bisa menyimak video-video berbahasa Inggris di internet tanpa harus menyimak subtitle. Aku juga sedang menamatkan sebuah buku berbahasa Inggris dengan judul The Seven Principle To Make Married Work.

Meski bukan penutur aktif, aku bisa merasakan manfaat belajar bahasa Inggris. Belajar satu keterampilan setiap satu tahun mungkin salah satu hal yang harus benar-benar kita perhatikan.

Mungkin suatu hari nanti, aku bisa mendapat penghasilan tambahan dari menerjemahkan buku, atau barangkali aku bisa mendapat tambahan penghasilan dengan membuka jasa terjemahan artikel. Satu hal, belajar bahasa itu asyik.

Untuk saat ini, aku akan tetap melanjutkan mempelajari keterampilan berbahasa Inggris ini. Mungkin suatu saat akan berguna. Aku akan menghabiskan buku yang sedang kubaca ini, dan mungkin aku akan membeli satu buku berbahasa Inggris.

Aku perlu memperhitungkan buku yang bagus untuk aku baca.

Banjarnegara, 01 Mei 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Ketidakjelasan Pikiran

Saat kamu akan menulis tentang hari ini, tiba-tiba listrik padam. Ini sangat menyebalkan. Namun, sebenarnya kamu juga menyukai hal ini. Tidak ada suara televisi. Tidak ada kebisingan. Kamu bertanya-tanya, apakah menyenangkan jika setiap hari kamu tak mendengar suara televisi. Rasanya pasti sangat menyenangkan. Bagaimana jika kamu berdiskusi dengan Anjas terkait dengan masalah ini? Bagaimana jika kelak tak perlu ada televisi di rumah kamu? Ini pasti akan menyenangkan. Kalian bisa mengobrol tentang banyak hal, tanpa terdistraksi oleh suara-suara yang tidak penting. Suara-suara itu yang membuat kamu merasa mengalami ketidakjelasan pikiran. Duh, ini istilah apa si? Ketidakjelasan pikiran ini adalah satu kondisi saat kamu tidak tahu harus melakukan apa meski kamu sebenarnya sangat ingin melakukan sesuatu. Akhirnya, kamu melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin kamu lakukan. Kadang ini membuat kamu pusing. Kamu tidak penuh. Dalam artian, kamu melakukan A tapi pikiranmu B. Kamu tidak mel...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...