Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Refleksi Guru

Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan

"Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?" Mungkin pertanyaan itu sangat layak kamu ajukan ke dirimu sendiri. Di tengah banyaknya orang-orang di negerimu yang masih menganggur, kamu dapat pekerjaan yang sungguh diinginkan banyak orang. Kamu lolos sebagai CPNS dan sedang menunggu menjadi PNS. Lihatlah Joni, adik iparmu, yang sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan tetap. Dia sudah punya satu anak dan sebentar lagi masuk usia sekolah. Tapi, dia masih menganggur. Kamu menemukan pembanding yang sangat dekat dan masih saja mengeluhkan pekerjaanmu saat ini. Bahkan, kamu berpikir untuk mencari pekerjaan lain yang menurutmu sangat kamu idam-idamkan, yaitu menjadi petani. Apakah kamu gila?  Maka, satu pertanyaan sekali lagi perlu dilemparkan kepadamu, "Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?"  Kamu terus-menerus digerogoti pikiran-pikiran buruk tentang pekerjaanmu. Kamu tahu pikiranmu berbahaya. Tapi kamu membiarkannya tumbuh liar dan semakin liar. Agaknya, kamu per...

Refleksi Guru Aspek Mengondisikan Siswa/Pengelolaan Kelas

Kamu menyadari betul bahwa wibawamu sebagai seorang guru kurang meyakinkan. Setidaknya dalam pemikiranmu. Penilaian ini kamu ambil atas dasar seringnya kelas yang kamu awasi ribut saat ujian. Lantas kamu mengambil inisiatif mencoba tiga pendekatan untuk mengondisikan siswa di kelas agar lebih tenang.  Pertama, pendekatan yang lebih bersahabat. Kamu menyampaikan di awal pelaksanaan tes bahwa mengobrol dengan teman atau membuat keributan saat tes berlangsung adalah tindakan tidak menghargai orang lain. Meskipun siswa sudah selesai mengerjakan soal ujian, mereka tetap tidak boleh mengobrol karena bisa jadi ada siswa lain yang belum selesai mengerjakan soal sehingga pasti akan terganggu. Kamu menegur mereka yang mengobrol dengan teguran yang santai dan cenderung bersahabat. Mereka mendengarkan teguranku, menjadi kondusif selama beberapa saat, lalu kembali riuh. Ada dua anak yang waktu itu belum selesai mengerjakan soal sehingga aku merasa perlu menegur lagi siswa yang riuh di kelas den...