Seorang tani berhenti di tikungan, tepatnya di depan toko kelontong Mustamil. Di bagian belakang sepeda motornya terdapat setumpuk rumput segar hasil ngarit. Dua botol plastik wadah air telah kosong tergantung di cantelan stangnya. Dia memakai topi kelabu. Kemeja lusuhnya basah oleh keringatnya. Dia parkirkan motornya hati-hati agar beban rumput tidak membuat motornya roboh. Dia masuk toko kelontong namun seperti ragu-ragu. Mungkin karena takut mengotori lantai toko itu sebab dia tidak pakai alas kaki. Tak lama kemudian dia keluar sambil membawa dua bantal beras yang kemudian dia letakkan di bagian depan motornya dekat botol plastik wadah air yang telah kosong. Saat melihat orang tani itu, kamu berpikir tentang kesederhanaan. Apakah dia memikirkan banyak hal sebagaimana kamu? Apakah dia memedulikan banyak hal sebagaimana kamu? Dahulu kamu pernah menjadi tukang ngarit . Tak banyak hal kamu pikirkan seperti sekarang ini. Hidupmu hanya mengalir seperti air di sungai. Tak ...