Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pertanyaan-Pertanyaan

Di Halaman Rumah

Bendera yang berkibar. Matahari sore dan kemilau daun-daun yang terkena cahaya kuning. Cicit anak ayam. Tekukur di kejauhan. Hari kemarin sudah hilang. Hari ini pun akan sama juga. Sebuah anime tentang ingatan. Mungkin, kalau kau sudah tua nanti, hanya ingatan yang kau punya. Itu pun jika kau punya. Kenapa tak membuatnya saja, kenangan itu? Sapu lidi. Ingatan akan sebuah cahaya keemasan di langit sore, langit sebelum malam di salah satu sekolah di Dawuhan. Ingatan tentang kesyahduan gambaran hujan dekat lampu jalan, yang sebagian daerah pandanganmu sudah gelap. Garis-garis hujan yang seperti ribuan jarum tertata lurus itu. Sekarang. Lagu yang dinyanyikan televisi, yang tentu kalah dengan lagu yang dinyanyikan langsung oleh seseorang. Kemampuan menikmati momen yang hilang pada dirimu. Apakah kamu masih belajar? Apakah saat ini kamu masih belajar? Handuk yang tergeletak di kasur. Sarung yang tak dipakai dengan semestinya dan sajadah yang sudah tergelar namun hanya kau duduki saja. Ada ju...

Dunia Orang Lain

Kamu tak pernah tahu dunia seperti apa yang ada dalam pikiran orang lain sebelum kamu menyelaminya. Dunia dalam pikiranmu saja kadang buram dan tak mampu sepenuhnya kamu pahami. Buat apa menghakimi orang lain dengan kata-kata, “Kasihan, ya dia!” atau “Enak banget hidupnya.” Orang yang kamu pandang perlu dikasihani bisa saja memandangmu seperti kamu memandangnya, bahwa di matanya kamulah yang perlu dikasihani. Seorang yang tak punya rumah berjalan di depan toko sambil membawa kayu panjang, ember, dan kain. Mbah berkata orang itu berjalan dari satu daerah ke daerah lain dan tidur entah di mana. Dia bukan orang gila. Dia hanya tak punya rumah. Itu membuatmu merenungkan apa sebenarnya yang ada di kepalanya. Sedang memikirkan apakah orang itu? Apakah dia bahagia? Apakah dia punya tujuan? Dunia seperti apa yang ada dalam kepalanya? Apakah kamu bisa mengintip dunia di dalam kepala orang lain? Mungkin saja bisa. Meski hanya sedikit yang bisa kamu lihat, tapi itu cukup menarik. Minggu, 21 Agust...

Pernikahan

Saya menikah pada 31 Juli 2021. Sampai hari ini, kurang lebih sudah sembilan bulan saya berumah tangga. Saya ingin mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan pernikahan saya dan menjawabnya secara jujur. Apa yang kamu rasakan terhadap pernikahanmu? Apa yang kamu pikirkan ketika melihat istrimu? Apa yang kamu takutkan dalam rumah tanggamu? Apa yang kamu harapkan dalam keluargamu? Bagaimana keadaan ekonomimu saat ini? Bagaimana penyaluran hobimu saat ini? Apa yang sudah kamu lakukan untuk pernikahanmu? Apakah kamu bahagia? Apa yang kamu inginkan? Apakah kamu memahami istrimu? Mengapa kamu mempertahankan pernikahanmu? Apa rencanamu untuk lima tahun ke depan?

Perjalanan

Apakah hidup seperti perjalanan? Perjalanan seperti apa? Jika hidup adalah sebuah perjalanan, maka apa yang paling penting dalam sebuah perjalanan? Memikirkan orang lain? Apakah penting? Memikirkan apa yang sudah kamu lakukan? Memikirkan medan juang yang sedang kamu hadapi? Memikirkan tentang Tuhan? Apa yang sebaiknya kita pikirkan? Pikirkan? Rumuskan? Uji coba! Pikirkan ulang? Rumuskan ulang. Begitu terus sampai ketemu titik. Sampai kamu tahu bahwa kamu sudah berkembang. Pikirkan tentang pemikiranmu juga.

Malam Ini Ingin Menulis Puisi Lagi

Malam ini. Aku ingin menulis puisi. Tapi tak bisa. Aku ingin menulis tapi tak bisa menulis padahal aku sedang menulis. Mengapa seperti ini? Ada banyak hal yang aku perhatikan. Tidak! Bukan kuperhatikan, melainkan melintas sejenak di hidupku. Hingga malam yang sunyi tiada apa pun kecuali bunyi dengung nyamuk. Aku ingin sendirian. Tapi aku takut kesepian. Ikatan yang kita bangun ini? Apakah ini sepadan. Apakah setiap sesuatu harus ada ukurannya. Rugikah? Untungkah?