Hari ini, Selasa, 30 Desember 2025, kamu berkunjung ke rumah ibumu. Sebenarnya, ini tidak murni kunjungan. Kamu mengantarkan istrimu yang piket MBG. Sementara menunggu istrimu piket MBG, kamu mengunjungi rumah ibumu. Di sana, waktu terasa melambat. Kamu tak tahu bagaimana menjelaskannya. Tapi, kamu dapat merasakan perbedaannya. Ada rasa damai yang membuat segalanya menjadi lebih pelan. Apalagi saat kamu pergi ke kebun ayahmu. Bagaimana menjelaskan hal ini? Waktu yang merentang ke masa lalu tapi bukan dalam bentuk penyesalan, melainkan kesyukuran bahwa kamu pernah melaluinya dengan bahagia. Juga waktu yang merentang ke masa depan bukan dengan kecemasan, tapi pengharapan. Mungkin itu yang membuat waktu terasa melambat. Kamu mencium aroma tanah yang lembab dan basah, aroma lapuk pangkal pohon yang telah ditebang, dan bahkan aroma dedaunan. Ini membuat perasaan damai menyeruak dalam hatimu dan membuat waktu seperti melambat. Di kebun ini, dulu ayahmu pernah mengajarimu bagaimana...