Langsung ke konten utama

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!


Sabtu, 04 April 2026

Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan yang tiba-tiba melintas di pikiranku ini membuatku tidak ragu mengeluarkan laptop dari tas, lantas mengerjakan pekerjaanku, yaitu membuat rapor kelas 7G. Bisa dibilang, perasaan bodo amat telah tumbuh di kepalaku. Ini membuatku tak peduli apakah orang akan menganggapku sok rajin atau tidak. Yang penting, pekerjaanku selesai. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh Pak Heru yang juga sedang membuka laptop di mejanya. Tapi, lepas dari semua ini, pikiran bahwa bagi orang lain sebenarnya aku ini tidak penting, bukan malah menciutkanku, ini justru meluaskanku dan membuatku lebih tenang. Bahwa Kamis lalu banyak yang tak datang ke rumahku menjadi mudah kuterima karena memang sebenarnya kita ini (atau mungkin hanya aku) sebenarnya memang tak penting-penting amat di mata orang lain. Aku harus memakai pikiran seperti ini untuk melapangkan dada dan membuat penerimaan terhadap suatu hal menjadi lebih mudah. Aku berhasil menyelesaikan pekerjaanku menggarap rapor kelas 7G, meski ada dua anak yang nilai IPSnya belum masuk, tapi aku anggap ini sudah selesai. Aku tinggal mencetak amplop dan rapornya. 

Wali murid kelas 9 mulai berdatangan. Aku tutup laptopku dan keluar ruang guru. Sebenarnya, tidak ada tugas khusus yang diamanatkan kepadaku, termasuk tugas menerima tamu. Tapi, hari ini, tanpa diminta aku ikut menyambut para tamu itu. Aku membaur bersama yang lain, meski sebenarnya tugas itu tak diamanatkan kepadaku. Tapi, itu sama sekali tak masalah. 

Beberapa hal yang saya tangkap dari pembicara istighosah kali ini adalah sukses yang harus diraih oleh manusia ada lima:

1. Sukses Intelektual
2. Sukses Finansial
3. Sukses Emosional
4. Sukses Sosial
5. Sukses Spiritual

Setelah acara istighosah selesai, acara selanjutnya adalah perpisahan dengan Bu Fatimah, Siti Fatimah. Beliau pensiun dengan damai. Acara digelar di lapangan indoor MTs N 2 Banjarnegara. Beliau adalah guru yang sangat disiplin dan loyal. Beliau bahkan belum pernah mengambil hak cuti tahunannya. Luar biasa. 

Saat ini, 13.05 aku ikut rapat pembahasan TKA di kantor setelah selesai Ishoma. Di luar hujan deras masih setia mengguyur tanah Banjarnegara. Rapat dimulai oleh Pak Hengki, memberikan penghormatan-penghormatan seperti biasa dan pembukaan dengan Basmallah. Beberapa yang disampaikan 1) pelaksanaan TKA dan 2) SPMB. 

Pesan-pesan dari Bu Kamad: 
1. Madrasah belum melakukan sosialisasi jadi nanti akan dibahas oleh Pak Henki
2. Sudah melaksanakan SPMB dan akan dilanjutkan hingga akhir April
3. Jumlah pendaftar sudah mencapai 307
4. MTs 1 sudah tutup dengan pendaftar sekitar 450 dengan yang diterima sebanyak 320 siswa
5. Guru agar senantiasa melakukan sosialisasi agar masyarakat tertarik dan dibuktikan dengan mendaftar karena ini adalah tugas bersama
6. Harapannya, tahun ini MTs 2 bisa kembali menyeleksi siswa

Formulir pink untuk putri dan biru untuk siswa. 
Bawa bingkisan. 
Memberi buku untuk siswa.

Yang disampaikan:
Mencatat jumlah siswa kelas 6, WA guru kelas 6, ditanya ranking 1 karena akan mendapatkan beasiswa. 

Jadi sebisa mungkin harus mendapatkan ranking 1 daftar ke MTs N 2 Banjarnegara. Lebih menekankan tentang sosmed. 

Di luar hujan masih deras mengguyur. Ruang guru sudah mulai sepi ditinggalkan guru-guru yang pulang. Aku masih di sini. Alhamdulillah dapat melaksanakan tugas hingga selesai jam kerja. Terkait hal ini, sebenarnya saya ingat petuah dari seorang di media sosial bahwa kewajiban kerja seorang karyawan atau ASN bukanlah menghabiskan jam kerja melainkan menyelesaikan pekerjaan. Jadi, apa pekerjaan yang harusnya aku kerjakan, itulah yang harusnya menjadi fokusku. Harusnya, idealnya pekerjaan harus mampu diselesaikan di jam kerja. Jika tidak, resikonya harus ditanggung sendiri agar mampu menyelesaikannya di luar jam kerja. Ya, kurang lebih seperti itu. 

Namun, hal ini terkadang menjadi seperti utopia belaka. Bekerja sebagai guru sering membuat aku terpaksa menyelesaikan pekerjaan di rumah. Bukan karena tak ada waktu di kantor untuk menyelesaikan tugas. Namun, lebih karena sulit memanfaatkan waktu dengan baik untuk mengerjakan pekerjaan teknis guru. Ada banyak hal yang tak masuk hitungan kerja sebagai seorang guru, namun jika ditinggalkan akan sangat merugikan. Misalnya, bersosial dengan rekan kerja dengan cara mengobrol atau membahas hal-hal yang kadang tak ada hubungannya dengan pekerjaan. Namun, ini penting. Guru bukan pekerjaan yang melulu masalah teknis. Guru perlu lingkungan sosial yang membuatnya mendapat kenyamanan. Coba bayangkan jika kamu hanya datang ke kantor, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan administrasimu, lalu pulang. Lingkungan kerjamu akan terasa sangat kering. Meski ini tak bisa dimasukkan dalam laporan kinerja harian, namun ini penting untuk menjaga iklim pergaulan sesama guru agar tetap positif. Masalahnya, ini harus diatur dengan baik agar tidak berlebihan. Saat waktunya mengobrol, kamu harus aktif mengobrol juga. Saat waktunya fokus pada pekerjaan administratif kamu harus benar-benar fokus. Ini belum ditambah dengan persiapan mengajarkan materi pembelajaran di tiap-tiap kelas yang kamu ampu. Maka, pesanku adalah, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar kamu tak memakan waktu di rumah untuk mengerjakan pekerjaanmu atau minimal hanya menyelesaikan tahap akhirnya saja seperti ngeprint atau penyelesaian akhir yang singkat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...