Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Takziah Ke Gribig

Selasa, 13 Januari 2026 Aku ikut takziah ke Gribig. Orang tua siswa kelas 9C ada yang meninggal dunia. Anak-anak naik angkot hijau. Dua angkot siap berangkat. Kami berangkat santai. Sepanjang perjalanan pepohonan durian berdiri tegak di pinggir jalan di kejauhan. Sebagian berbuah dan sebagian lainnya tidak. Rumah yang kukunjungi berada di tempat yang sangat sederhana tapi membuatku bernostalgia pada masa-masa kecilku. Kesederhanaan dan ketenangan. Udara yang dingin dan suasana tenang khas pedesaan sangat terasa di sekitar rumah itu. Pohon durian yang tumbuh berdesakan dengan pohon-pohin lain. Buahnya menggelantung sebesar bola sepak. Tembok yang retak. Jalan setapak depan rumah adalah batu-batu yang ditata rapi tanpa tertutup semen atau aspal. Tanah yang becek. Jalanan yang menanjak dan licin ditumbuhi lumut. Rumah-rumah berdiri tanpa pagar tanpa sekat antar tetangga. Di sana kesederhanaan mencuatkan perasaan syahdu yang entah mengapa sedikit mendamaikan pikiran namun juga menimbulkan ...

Catatan Singkat

Rabu, 04 Februari 2026 Hari ini, aku bangun sangat pagi. Rencananya, aku akan bangun pukul 04.00, namun pukul 02.45 aku terbangun karena kebelet pipis. Aku merencanakan pbelajaran untuk kelas 7J dengan materi teks tanggapan. Aku mulai membaca buku dan LKS, mencari bentuk pembelajaran yang pas untuk kelas 7J dengan total waktu jam pelajaran 3 JP. Setelah pukul 04.00 aku berhenti membuat perencanaan pembelajaran dan kemudian menunaikan solat subuh berjamaah di masjid baiturrohmah. Pagi ini gerimis. Aku menadahkan kepalaku ke langit untuk merasakan rintik hujan ke wajahku.  Tubuhku terasa sangat lelah dan capek. Padahal, aku baru saja makan MBG dengan menu sayap ayam. Mengajar benar-benar menyedot tenagaku.

Hari yang Memuaskan

Jumat, 16 Januari 2026 Ini adalah hari yang cukup memuaskan buatku. Aku menghabiskan waktu pagiku bermain bersama Nabil di atap rumah. Nabil sangat antusias kuajak bermain di atap rumah. Dia bahkan mendahuluiku naik tangga di samping TV yang menuju ke atap rumah. Dia tidak takut lagi naik ke genteng rumah, lalu main perosotan di sana. Ada air menggenangi talang di antara pertemuan ujung genting rumah kami dan rumah tetangga. Nabil main air itu. Dengan tangannya yang mungil, dia mengalirkan air itu ke lubang buangan. Dia tertawa sambil bilang mili mili mili. Dia paham kosakata banyu dan air sekaligus. Ya, aku akan terus mengajarkan banyak kosakata bahasa Indonesia sementara Ibunya atau Mbahnya mengajarkan kosakata bahasa Jawa. Aku menyiramkan air di jerigen yang kukumpulkan dari air hujan untuk pelicin genting agar Nabil bisa main perosotan di sana. Setelah puas main perosotan, Nabil kuajak main arang sisa kami nyate di malam tahun baru. Aku mengajarinya mencoret-coret tembok dengan ara...

Main Bola

Kondisi madrasah saat gerimis Sabtu, 10 Januari 2026  Aku berangkat dari rumah dengan perasaan sedikit was-was. Pasalnya, aku memakai baju seragam MGMP sementara dalam jadwal seragam MTs adalah kemeja biru elektrik. Aku cemas kalau-kalau sebenarnya yang ikut workshop hanya perwakilan saja. Tapi, kecemasan itu ternyata sangat berlebihan. Aku cemas karena aku tak punya cukup informasi atau barangkali memang karena aku kurang yakin dengan informasi yang kudapat tanpa mau mengonfirmasi sampai sejelas-jelasnya. Apakah ini karena aku takut dianggap bodoh? Ya, mungkin seperti itu. Aku masih takut dianggap bodoh oleh orang lain. Validasi. Masihkah butuh validasi?  Melamun. Mengangankan entah apa. Lalu lalang dan suara seperti lebah. Kacamata di atas meja. MGMP hampir dimulai. Acara kali ini MGMP bahasa Indonesia untuk bedah SKL TKA dilaksanakan di Perpustakaan Baitul Hikmah. Aku naik ke perpustakaan melewati tangga motivasi. Aku duduk di lobi perpustakaan. Udara terasa sedikit hangat ...

Minggu yang Seperti Biasanya

Ini koran yang kubeli untuk pembelajaran bahasa Indonesia. Namun, sayang sekali yang datang koran berbahasa Korea.  Minggu, 11 Januari 2026  Rencanaku hari Minggu ini adalah renang dengan Nabil. Tapi, pagi hari hujan sudah turun dengan deras. Rencana itu kandas begitu saja. Sekitar pukul 08.00 cuaca sedikit membaik, tapi udara terasa cukup dingin. Kami mengubah rencana, yang tadinya akan berenang kami berencana untuk datang ke car free day. Namun, hujan kembali turun tak lama kemudian. Nabil sarapan lalu mandi. Kami mengubah rencana lagi untuk berenang di sore hari. Namun, rupanya minggu ini kami tidak ditakdirkan untuk ke mana-mana. Hujan kembali turun di sore hari. Kami gagal renang Minggu ini.  Karena rencana ke alun-alun maupun renang gagal, alhasil kami hanya di rumah seharian. Bahkan, setelah sarapan sekitar jam 9, kami tidur hingga mendekati waktu dzuhur. Setelah bangun, cuaca masih mendung dan sesekali bahkan gerimis hingga deras. Aku bermain dengan Nabil hanya di...