Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Idealisme

Apa yang Paling Kami Butuhkan Saat Ini

Hari ini hujan turun sejak dini hari. Mau berangkat sekolah jadi ogah. Tapi, tugas tetap tugas. Aku berangkat menembus sisa-sisa hujan yang masih ngremun. Aku pakai kaos lengan panjang dan celana olah raga, tanpa jaket. Tasku basah sesampainya di sekolah. Kupakai sepatuku dan bersiap melaksanakan tugas-tugasku. Aku membuat soal di google form sambil menunggu bel masuk dibunyikan, yang tak jelas jadwal pastinya.  Hari ini, fokusku adalah melatih Elma bertutur untuk persiapan mengikuti seleksi tingkat kecamatan. Kelasku, kelas 5, hari ini pelajaran olah raga bersama M. Jamali di jam pertama sehingga aku bisa fokus melatih Elma bertutur. Elma membawakan Legenda Tampomas dengan gayanya yang riang dan suara kekanakannya. Dua bagian dari teks yang kupersiapkan berhasil dia selesaikan hari ini. Besok, kalau ada kesempatan aku akan melatih bagian tiga.  Jam kedua aku membahas soal PAT tahun lalu bersama kelas 5. Tak ada yang istimewa. Biasa saja. Teknisi WIFI datang memindahkan router...

Menjadi Fleksibel Lebih dari Siapapun; Lima Zona Waktu Pribadimu

Menjadi Fleksibel Lebih dari Siapapun Malam ini, kamu merumuskan lima zona waktu pribadimu: Zona tidur dimulai pukul 23.00 dan selesai pukul 04.00 WIB. Zona meditasi dimulai pukul 04.00 dan selesai pukul 06.00 WIB. Zona profesional dimulai pukul 06.00 dan selesai pukul 16.00 WIB. Zona keluarga dimulai pukul 16.00 dan selesai pukul 20.00 WIB. Zona bloging dimulai pukul 20.00 dan selesai pukul 23.00 WIB. Alasanmu membuat lima zona waktu ini adalah agar waktumu tak terbuang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Mari kita bahas semuanya. Zona Tidur Zona tidur dimulai pukul 23.00 dan berakhir pukul 04.00 WIB. Tujuan zona ini adalah mendapatkan kualitas istirahat terbaik. Indikator keberhasilannya adalah nyenyaknya tidur dan kesegaran saat bangun dari tidur. Supaya berhasil kamu harus mempersiapkan diri dan tempat tidurmu. Kebersihan dan kenyamanan tempat tidur mutlak diperlukan. Tak ada aktifitas apapun selain tidur di zona ini. Matikan semua perangkat elektronik. E...

Memutus Lingkaran Setan

3 Januari 2025 Lingkaran setan adalah siklus negatif yang terus berulang. Siklus ini dapat berupa hutang, kebiasaan buruk, perasaan negatif, atau pertemanan yang alih-alih membawa manfaat malah membuatmu semakin terpuruk. Kamu menulis ini karena tak mau masuk ke dalam lingkaran setan, entah apapun itu bentuknya.  Rabu, 3 Januari 2025, kamu dan istrimu pergi ke bank untuk pelunasan hutang. Kamu bertekad untuk tidak lagi meminjam uang di bank. Mengapa kamu sampai sedemikian takutnya untuk berhutang di bank? Tak lain dan tak bukan sebab hutang bisa menjadi salah satu lingkaran setan yang sangat sulit untuk diputus. Kamu sudah melihat banyak sekali kasus seperti ini dialami oleh orang-orang terdekatmu. Kamu melihat mereka pontang-panting mencari uang untuk membayar cicilan.  Gaya Hidup Gaya hidup. Itulah salah satu akar masalahnya. Ya, gaya hidup. Orang berhutang untuk menunjang gaya hidupnya. Tak mampu beli motor secara cash, akhirnya berhutang. Tak mampu beli rumah, akhirnya ber...

Rutin Menjurnal dan Membuku

1 Januari 2025 Mulai 1 Januari 2025, kamu mau berusaha untuk rutin menjurnal dan membuku. Apa sih, maksudnya menjurnal dan membuku? Menjurnal artinya merefleksikan pengalamanmu di hari ini dan menuliskan hasil refleksimu ke dalam bentuk catatan harian. Sementara itu membuku artinya membaca sebuah buku dan berusaha memahaminya, merefleksikannya dengan kehidupanmu, atau sekadar untuk menambah pengetahuanmu. Level 1 dari menjurnal adalah hanya sekadar menuliskan apa yang kamu lakukan di hari ini. Tak ada interpretasi, tak ada refleksi, tak ada evaluasi. Level ini mari kita sebut saja Level Mengisi. Level 2 dari menjurnal adalah menuliskan interpretasi, refleksi, dan evaluadi dari apa yang kamu lakukan di hari ini. Level ini mari kita sebut saja Level Merefleksi. Level 3 dari menjurnal adalah mengkombinasikan level 1 dan level 2 untuk kemudian mengolahnya sehingga menjadi sebuah karya tulis yang bisa bermanfaat untuk dirimu atau bahkan mungkin untuk orang lain. Level ini, mari kita sebut s...

Menentukan Prioritas

Senin, 27 Mei 2024   Menentukan prioritas barangkali adalah bagian terpentingdalam hidup.  Ya, menentukan apa yang paling penting adalah yang paling penting dalam hidup. Kalau kamu bisa menemukannya, akan lebih mudah buatmu mengatasi berbagai masalah. Ocehan orang lain misalnya, akan dengan mudah kamu tepis karena memang bukan itu yang terpenting dalam hidupmu. Kesulitan-kesulitan akan dengan senang hati kamu hadapi. Tidak memudahkan memang, tapi paling tidak kamu tidak akan merasa terbebani dengan kesulitan itu. Apa ungkapan paling sederhana untuk prioritas. Ada orang yang bilang tujuan. Ya, memang hidup perlu diisi dengan tujuan-tujuan. Bahkan untuk orang yang bilang kalau hidupnya mengalir seperti air. Asal jalan saja. Bukankah air juga bertujuan, bermuara, mengalir tidak asal mengalir. Ada lintasan-lintasan dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Menguap dari tempat yang rendah (laut, danau, sungai) ke tempat yang lebih tinggi (langit) dalam bentuk awan....

Urusan Rumah Tangga Adalah Urusan Kerja Sama

  Aku tinggal di lingkungan yang masih memegang erat nilai-nilai patriarki. Tidak akan ada yang keberatan kalau aku tak membantu istriku menyelesaikan urusan rumah: beres-beres kamar, menyapu lantai, mencuci baju, mencuci piring, dan merapikan barang-barang. Semua itu dianggap domain perempuan. Orang-orang bahkan menganggap hal-hal seperti itu adalah kodrat seorang perempuan.  Jujur saja, nilai-nilai seperti ini menguntungkan buatku sebagai seorang laki-laki. Tapi, aku punya nilai-nilaiku sendiri. Tak masalah buatku jika harus mengerjakan urusan rumah tangga.  Dari dulu aku suka beres-beres; aku suka menata barang-barang yang tak terletak di tempat seharusnya mereka berada; aku suka membuang barang yang tak digunakan; bahkan mungkin aku punya obsesi pada kerapian.  Bagiku, urusan rumah tangga adalah urusan kerja sama. Format kerja sama tentu boleh berbeda-beda. Suami bekerja di luar rumah dan istri mengurus rumah dan anak-anak bagiku hanyalah salah satu format kerja ...

Keterampilan yang Ingin Kamu Pelajari (Lagi)

Satu tahun satu keterampilan ternyata tak mudah. Bukan karena itu tak mungkin. Itu sangat mungkin. Tapi, setelah kamu menguasai keterampilan itu, maka kamu juga harus konsisten menggunakannya. Kalau tidak, keterampilan itu akan memudar. Kalau tak digunakan sama sekali lama-lama hilang. Tidak 100% hilang memang, tapi kalau kamu mau menggunakannya, kamu harus memelajarinya lagi. Ada beberapa keterampilan yang dulu pernah kamu pelajari, namun sekarang jarang kamu amalkan sehingga kamu sudah lupa. Ada yang bahkan belum kamu kuasai sepenuhnya dan kamu sudah berhenti belajar. Ada juga keterampilan yang harusnya kamu kuasai, tapi sampai saat ini tak ada upaya serius yang kamu lakukan untuk mencapainya. Ini adalah keterampilan-keterampilan tersebut: Komunikasi Keterampilan komunikasi itu sangat penting. Untuk keterampilan ini, kamu dapat nilai 60 dari skala 1 – 100. Memang keterampilan komunikasimu sangat jelek. Meskipun, cukup untuk tetap masuk bersosialisasi. Namun, untuk membuat hubungan ya...

Merawat Kesederhanaan

Sederhana. Kamu ingin hidup dengan sederhana. Tidak berlebihan dalam banyak hal. Atau mungkin dalam semua hal. Sederhana itu bagaiamana, sih? Sederhana sendiri cukup rumit. Kalau secara harfiah, sederhana artinya tak berlebihan. Tapi, ukuran tak berlebihan kadang merepotkan. Ketika kita menyederhanakan satu hal, ada hal lain yang jadi tidak sederhana lagi. Namun, setelah kamu renung-renungkan kamu menyimpulkan bahwa sederhana yang ingin kamu raih adalah dengan cara menemukan satu aturan untuk semua hal kalau bisa. Atau, satu aturan untuk satu hal. Kalau boleh jujur, saat ini level sederhanamu baru sampai level kuantitas, atau level mengurangi barangbarang saja. Nyatanya, masih terlalu banyak hal-hal rumit yang berkelindan dalam hidupmu. Sederhana dalam hal menjaga kuantitas barang-barang agar tidak berlebihan kurasa sudah dapat kamu lakukan. Sedangkan untuk hal-hal yang sifatnya abstrak seperti pikiran, perasaan, perbuatan nyata dalam keseharian kamu masih harus terus melatih dirimu. A...

Ke Rumah Sakit

Rumah sakit adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin sehat. Istriku pun demikian. Kami berangkat pukul 6.30 agar antrian belum terlalu panjang. Selama hidupku, baru sekali aku berobat ke rumah sakit. Kalau mengantar teman atau saudara sudah sering. Ternyata istriku sama saja, ini kali pertama dia berobat ke rumah sakit.  Sebenarnya aku tak suka berobat ke rumah sakit. Antriannya panjang dan harus menunggu lama. Siapa, sih, yang suka mengantri? Meskipun sebenarnya secara tak sadar kita juga sedang mengantri. Mengantri untuk mati. Haha Suara seorang wanita pemanggil otomatis bersahutan satu sama lain. Ting tung. Nomor antrian....... Suaranya mekanis sekali. Sesekali diselingi suara dari wanita sungguhan. Kami menunggu. Suara printer menjerit-jerit, critt ciitt crittt critt, diikuti kertas antrian yang diberikan buat pasien yang akan mengantri.  Orang-orang duduk di kursi tunggu berderet-deret. Mengobrol dengan orang di sampingnya atau diam sambil menyimak smartphonenya ...

Kembali Ke Lingkaran Kendali

  Apa yang bisa kamu lakukan, itulah yang seharusnya kamu perhatikan. Tak seharusnya kamu menaruh perhatian besar pada apa yang berada di luar kendalimu. Sistem pendidikan adalah salah satu yang berada di luar kendalimu. Maka, tak perlu gusar dan cemas akan sistem pendidikan yang tak sesuai dengan harapanmu. Masih ada banyak hal, yang berada di dalam kendalimu.  Nah, ini saatnya untuk kembali ke lingkaran kendali. Menikmati momen. Hangat matahari. Angin sepoi-sepoi, dan kecantikan istri. Mari nikmati rasa kantuk saat Jumatan; nikmati bias cahaya cemerlang yang terpantul dari dinding-dinding rumah; nikmati kabut yang sayup-sayup terlihat berbaur dengan kerlip lampu malam yang keemasan. Nikmati bebunyian yang mampir ke ruang dengarmu. Nikmati otot-otot pegal yang datang pelan-pelan saat ada yang bersandar padamu.  Kembali ke lingkaran kendali adalah kembali memasuki ketenangan; kembali memancarkan keceriaan; kembali menjadi tumpuan; kembali kepada ketangguhan. Jika hidup me...

Selalu Ingin Sempurna

Tak apa bila hidupmu tak sempurna. Tapi, kamu selalu ingin sempurna. Hidup tidak menyediakannya untukmu. Meskipun kamu mencarinya, kesempurnaan menurut versimu tidak akan pernah kamu temukan. Dunia sudah sempurna sebagaimana adanya. Perspektifmulah yang tidak sempurna yang membuat kamu menderita. Dunia akan tetap jalan dengan atau tanpa penilaianmu. Kendali diri, kendali terhadap respons yang bisa kamu berikan untuk lingkunganmu. Satu kenikmatan kecil yang masih terus bisa kamu nikmati, melihat struktur pohon yang tumbuh di atas tanah. Yang menjulang tinggi atau yang tumbuh rendah. Yang menempel di bebatuan atau yang merambat di ranting kering. Mungkin kamu seharusnya jadi ahli botani. Kamu yang selalu mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan cepat dan mudah. Menggunakan sesedikit mungkin upaya untuk meraih hasil yang sebesar mungkin. Tapi, akhir-akhir ini kamu sering mengkhayal. Mengkhayalkan hal-hal yang jelas-jelas tak mungkin terjadi. Rasanya, itu menyenangkan. Tapi sesungguhnya...

Medan Juang

Tepat Waktu Jadi orang yang tepat waktu sangat menyebalkan di negeri ini. Sudah berkalikali kamu datang ke sebuah acara secara tepat waktu dan yang terjadi justru kamu harus menunggu lama. Acara yang dijadwalkan jam 8 tapi baru dimulai jam 9. Sudah begitu, masih harus mendengarkan sambutan-sambutan yang membosankan. Kalau isi sambutan itu penting, masih mending. Sudah membosankan, tak penting pula. Para penyambut itu juga bicara omong kosong soal integritas. Apanya yang integritas kalau terhadap waktu saja tidak bisa menghargai. Gak heran, untuk urusan teknikal meeting saja bisa sampai seharian. Coba kalau tepat waktu dan pembicara tidak ngomong ngalor ngidul gak jelas, mungkin Cuma butuh waktu satu atau dua jam saja cukup. Ya, tapi begitulah. Banyak orang-orang yang bekerja tidak sesuai dengan cita-cita organisasinya. Medan Juang Sampai saat ini, saya masih belum juga tahu medan juang seperti apa yang sebaiknya saya geluti. Rasanya tidak ada sesuatu yang sedang saya kejar. Hidup lempe...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Membuat Sebuah Keputusan

Oktober tahun lalu, kamu diterima bekerja di SMP N 3 Banjarnegara. Ada perasaan senang sekaligus takut tak bisa menjalankan tugas dengan baik. Hari ini sudah satu tahun lebih kamu mengajar di sana. Banyak pengalaman sudah kamu dapatkan. Kesalahan-kesalahan pasti telah kamu lakukan, baik kepada siswa maupun kepada guru lain, baik disengaja maupun tak disengaja. Kamu pernah mengajar kelas 8, menjadi wali kelas, mengikuti lomba, membimbing siswa lomba, menjadi anggota pembina UKS, menjadi anggota SKL, membantu pelaksanaan PPDB, dan banyak pengalaman lainnya. Pengalaman-pengalaman ini harus menjadi satu pengalaman yang menimbulkan perubahan pada dirimu menjadi manusia yang lebih baik lagi. Hari ini, kamu membuat keputusan untuk meninggalkan pekerjaanmu sebagai guru di SMP N 3 Banjarnegara. Apa yang membuat kamu mengambil keputusan ini? Mari kita lihat apa saja yang membuatmu mengambil keputusan ini. Ada banyak alasan. Alasan idealis, misalnya: kamu merasa tak bisa jadi guru yang baik. Meng...

Memperbarui Diri

Gerak laju waktu tak bisa dihentikan. Hanya di film-film fiksi hal itu bisa terjadi. Waktu membawa serta perubahan. Dan perubahan menggilas hampir semua hal yang tak mau berkembang. Tak ada ampun. Pun demikian dengan profesi guru. Hari ini guru bukan lagi sumber utama pengetahuan. Setiap orang kini bisa mengakses sendiri ilmu pengetahuan dan mempelajarinya. Manusia telah menciptakan alat-alat canggih yang berguna untuk membantunya mempelajari hampir apa pun yang dia mau. Sudah sejak lama di dengung-dengungkan bahwa menyuruh anak-anak untuk menghafalkan materi pelajaran, atau sekadar mendengar guru berceramah tentang materi pelajaran adalah cara kuno dan ketinggalan zaman. Hari ini paradigma pendidikan sudah berubah. Dahulu tugas guru adalah mengajar. Ini berarti bahwa siswa bertindak pasif dan hanya sebagai objek. Hari ini, tugas guru adalah melaksanakan pembelajaran. Kedengarannya hampir sama. Tapi, pembelajaran punya arti yang lebih baik. Pembelajaran artinya adalah proses belajar ak...