Senin, 09 Februari 2026 Pagi mendung. Aku berangkat kerja dalam perasaan berat. Berat meninggalkan istri dan anak. Ah, entahlah. Rasanya ada sebentuk perasaan yang mengganjal sampai membuat aku tidak semangat. Tapi, lantas aku mengingat istriku dan anakku. Rasanya, ada perasaan tidak lega yang terus-terusan mengganjal dalam hatiku. Kadang, aku merasa sangat lemah karena tak mampu membuat diriku sendiri merasa senang. Aku merasa bersalah kepada diriku sendiri karena tak memberikan perhatianku kepada istri dan anakku. Aku terus menyalahkan diriku sendiri. Apakah ini? Apakah perasaan ini? Ada rasa hampa yang membuatku merasa apa yang kulakukan tidak menghasilkan apapun. Apakah ini tanda bahwa sebenarnya aku membutuhkan validasi dari orang lain? Aku ingin menjerit sekencang-kencangnya untuk membuatku merasa lega . Hari ini aku ikut upacara. Saat mengheningkan cipta, tiba-tiba keseimbanganku sedikit hilang. Ini sering terjadi saat aku berdiri dengan fokus yang cukup tinggi. Aku telah l...