Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jurnal April 2026

Evaluasi Diri Sebagai Wali Kelas

Rabu, 22 April 2026 Pagi ini langit mendung. Aku kendarai motorku pelan sambil memikirkan banyak hal. Beginilah keseharianku di pagi hari. Kalau tak ada yang aku pikirkan sama sekali semuanya akan sangat monoton.  Terkadang, sambil berkendara aku memikirkan hal-hal yang bisa kusyukuri. Ini membuatku tenang. Kadang, aku memikirkan hal-hal yang kulihat di jalan seperti pepohonan atau bangunan tertentu. Pohon-pohon apa yang paling sering muncul dan bagaimana pohon-pohon itu memancarkan suatu keteduhan yang melankolis. Kadang, aku memikirkan orang-orang dengan aktivitasnya masing-masing. Semua orang punya pertarungannya masing-masing. Everyone is fighting. Semua orang punya pertarungannya masing-masing. Semua orang punya apa yang mereka perjuangkan. Seorang ayah yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Seorang pedagang yang menjajakan dagangannya. Petugas kebersihan yang berjibaku dengan sapunya. Dan, banyak lagi.  Aku jadi bersyukur menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa dan aku sama...

Berkunjung ke Perpustakaan

Selasa, 21 April 2026 Pustakawan sedang menjelaskan tata tertib di Perpusda. Hari ini adalah hari Kartini. Sekolahku tidak mewajibkan siswa putrinya memakai kebaya. Beberapa guru menyayangkan keputusan itu. Pak Wahyu berkomentar, "Tidak ada inisiatif sama sekali." Aku piket penyambutan siswa seperti biasa. Siswa putra kusalami. Siswa putri tidak. Aku menyalami mereka sambil menghafal nama beberapa anak didikku. Setelah piket penyambutan selesai, aku menilai tugas menulis surat pribadi kelas 7I. Dari tugas-tugas itu, aku melihat sedikit kehidupan siswa-siswaku yang sangat beragam. Mereka bukan hanya nama-nama di buku absen. Mereka tidak datang ke sekolah dengan kekosongan. Mereka hidup dan punya kehidupan masing-masing. Ada yang terinspirasi dari grup kesenian di Magelang, ada yang sangat menggemari artis Korea, ada yang sangat merindukan teman SD-nya yang kini berbeda sekolah, ada yang sangat merindukan keluarganya, bahkan ada yang ingin cepat-cepat mati. Tanpa sadar, aku tid...

Menjaga Anak Perempuan

Hari ini, aku mengunjungi rumah siswa putri yang sudah lebih dari satu minggu tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Rumahnya di Desa Pekauman RT 02 RW 01 Kec. Madukara, Kab. Banjarnegara.  Aku berangkat setelah jam istirahat berakhir. Ditemani Alta, guru BK di sekolahku, aku berkendara pelan dari MTs N 2 Banjarnegara ke arah timur. Cuaca panas dan jalanan berdebu serta rusak di sana-sini.  Kami tiba di rumah siswaku sekitar pukul 10.30. Rumahnya cukup besar. Halamannya luas. Sekilas aku bisa menilai kalau orang tuanya cukup mampu. Maksudku tak kekurangan materi.  Kami disambut oleh neneknya yang ternyata seorang pensiunan guru. Neneknya minta maaf karena cucunya membuat kami repot sehingga perlu bersusah-susah datang ke sana. Tantenya membuatkan kami teh hangat dan menyuguhkan makanan ringan.  Saat kami akan menyampaikan maksud kami kepada neneknya, dia tidak mau. Dia bilang lebih baik bicara langsung saja kepada ibunya. Kami terpaksa menunggu ibunya yang ternyata se...

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...