Rabu, 22 April 2026 Pagi ini langit mendung. Aku kendarai motorku pelan sambil memikirkan banyak hal. Beginilah keseharianku di pagi hari. Kalau tak ada yang aku pikirkan sama sekali semuanya akan sangat monoton. Terkadang, sambil berkendara aku memikirkan hal-hal yang bisa kusyukuri. Ini membuatku tenang. Kadang, aku memikirkan hal-hal yang kulihat di jalan seperti pepohonan atau bangunan tertentu. Pohon-pohon apa yang paling sering muncul dan bagaimana pohon-pohon itu memancarkan suatu keteduhan yang melankolis. Kadang, aku memikirkan orang-orang dengan aktivitasnya masing-masing. Semua orang punya pertarungannya masing-masing. Everyone is fighting. Semua orang punya pertarungannya masing-masing. Semua orang punya apa yang mereka perjuangkan. Seorang ayah yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Seorang pedagang yang menjajakan dagangannya. Petugas kebersihan yang berjibaku dengan sapunya. Dan, banyak lagi. Aku jadi bersyukur menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa dan aku sama...