Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Kenangan Boleh Hilang

Aku menulis apa yang kualami di media blog. Beberapa tulisan kusimpan di laptop pribadiku. Tujuanku menulis semua itu adalah untuk diriku kelak di masa depan. Aku ingin mengenang momen-momen tertentu yang saat kutulis kuanggap penting. Namun, ada satu kekhawatiran yang mengganjal pikiranku. Aku khawatir suatu saat di masa depan, blog tak lagi digunakan lalu aku kehilangan akses ke catatan-catatan itu. Aku yang awalnya ingin bernostalgia dengan kenangan-kenangan di masa laluku menjadi tak punya apa-apa untuk diingat. Apa yang akan kulakukan jika hal itu terjadi? Tapi, aku mau mundur ke alasan mengapa aku menginginkan hal itu. Mengapa aku ingin bernostalgia? Ini mungkin karena aku takut kelak tak punya aktivitas apapun yang bisa mengisi hari-hariku. Aku takut hanya bisa bengong saat menghabiskan masa tuaku. Aku takut kelak tak punya apa-apa. Atau mungkin juga ini karena alasan yang lebih mendalam, yaitu perasaan takut dilupakan. Dengan kata lain, aku takut tak meninggalkan jejak apapun d...

Semua yang Kukenal, yang Terdekat Sampai yang Terjauh Bahkan Asing

Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Namun, tak semua orang harus kita kenal, kan? Kalau bisa mengenal semua orang dengan mendalam, itu akan sangat bagus. Sayangnya itu sangat tidak mungkin. Jadi, ini hanya sebuah pengingat: cara yang kupakai untuk lebih mengingat seseorang. Atau malah bahkan untuk melupakan seseorang. Membebaskan diriku sendiri dari keharusan mengingat seseorang. Tapi, bukankah kita memang tak harus mengingat seseorang? Baiklah. Kita mulai saja. Aku akan mengelompokkan orang-orang yang kukenal kedalam beberapa lingkaran. Lingkaran pertama adalah lingkaran pengaruh. Ini adalah orang-orang yang bisa kupengaruhi secara aktif. Meliputi orang-orang paling dekat denganku. Lingkaran kedua adalah lingkaran kenal saja dan masih sering berinteraksi. Lingkaran ketiga adalah lingkaran terluar yang berisi orang-orang yang mungkin hanya akan bertemu denganku beberapa kali dalam seumur hidupku.  Lingkaran Pertama Lingkaran pertama tentu keluargaku. Aku akan memulainya dengan i...

Manusia Hanya Alat

Kamis, 4 Juni 2026 Tadi malam saya nonton anime Classroom of The Elite. Satu hal yang menarik perhatianku adalah bagaimana Ayanokoji memandang orang-orang di sekitarnya sebagai alat. Di akhir adegan geludnya dengan Nanase, dia memanfaatkan Nanase yang ingin balas dendam ke ayahnya untuk memintanya membantunya bertahan di sekolah. Nanase yang awalnya ingin mengeluarkan Ayanokoji dari sekolah justru berbalik membantunya. Yang menarik adalah ucapan Ayanokoji bahwa dia sama dengan pria itu (maksudnya ayahnya) bedanya hanya bahwa Ayanokoji mau memanfaatkan apa saja sebagai alat bahkan yang paling lemah sekalipun. Meski pada akhirnya akan dibuang juga, semuanya bergantung seberapa baik kita mampu memanfaatkan sebuah alat.  Aku memikirkan sudut pandang Ayanokoji yang menarik ini di dalam kelas saat mengawasi anak-anak kelas 7 dan 8 ujian kenaikan kelas. Pertanyaan besarku adalah apa jadinya kalau sudut pandang Ayanokoji ini kuambil sebagai sudut pandang seorang guru terhadap muridnya. Apa...

Sebuah Renungan Kecil

Sabtu, 30 Mei 2026 Nabil menyalakan televisi di rumah kami. Aku tahu, kalau dia tidak bosan tak mungkin dia menyalakan televisi itu. Dia menyalakannya karena dia bosan. Dia bosan kemungkinan besar karena tak ada orang yang serius mengajaknya bermain. Semua orang sibuk dengan dirinya sendiri. Termasuk aku. Bahkan mungkin akulah orang yang paling sibuk dengan diriku sendiri. Nabil hanya anak kecil yang ingin bermain dan bersenang-senang. Namun, terkadang orang-orang di sekitarnya tak mengerti. Mungkin akulah yang paling tak mengerti. Dan, ketika Nabil tak menemukan hal yang menyenangkan dari orang lain dan telah merasa bosan dengan mainannya, dia mencari hal baru: menonton televisi. Sayangnya, televisi di rumah kami sudah tak berfungsi sebagaimana mestinya sejak kurang lebih satu bulan lalu. Ini membuatku merenung cukup lama. Kasihan sekali Nabil. Dia tak bisa lagi menonton televisi. Aku mungkin salah karena menonaktifkan aksesnya menonton televisi. Memang tumbuh sebuah rasa bersalah dal...