Langsung ke konten utama

Penyampai Pesan


Cahaya membawa bayangan pada pohon-pohon dan dinding sekolah. Apa yang tak tertembus cahaya akan menghasilkan bayangan gelap. Kau bisa melihat karena adanya cahaya. Tapi, bagaimana jika hatimu penuh noktah hitam dosa dan tak seberkas cahaya pun bisa menembusnya. Kau akan buta. Buta dari kebenaran.

Satu hal, kau masih menyesal dan itu tanda bahwa masih ada cahaya yang bisa menembusmu. Suasana hati yang tak menentu, kecemasan dan kesedihan, semuanya kita simpan diam-diam di sanubari. Kita letakkan di pintu dan halaman, sebuah kegembiraan palsu untuk menutupi kecemasan dan kesedihan kita. Begitulah mekanisme pertahanan diri kita.

Sampai kapan kau akan terus dibelenggu ini? Harapan, cita-cita, kebebasan, ambisi, dan nurani terus kau kubur dalam tanpa pernah berani menggalinya lagi.

Bagaimana kau bisa seperti ini? Maksudku, ya, apa kau benar-benar mampu menahannya. Bagaimana kau akan berbagi dengan orang lain yang akan menjadi temanmu sepanjang waktu. Apakah kamu bisa mengerti ambisi-ambisinya, ketakutannya, kecemasannya. Apakah dia bisa mengerti ambisimu, kecemasanmu, ketakutanmu, dan semua tentangmu?

Burung-burung berkicau merdu saat pulang ke sarang. Matahari mulai tenggelam dan petang mulai menjelang. Hidup menyeret kita selangkah demi selangkah menuju akhir petualang. Tapi, apa yang sudah kita lakukan terhadap waktu yang sudah terbuang, terhadap waktu yang tak bisa diulang! Kita hanya punya sekarang karena tak ada yang tahu apa yang besok akan datang.

Tak perlu mengelak. Kau sudah kalah telak.

Banjarnegara, 10 Mei 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Ketidakjelasan Pikiran

Saat kamu akan menulis tentang hari ini, tiba-tiba listrik padam. Ini sangat menyebalkan. Namun, sebenarnya kamu juga menyukai hal ini. Tidak ada suara televisi. Tidak ada kebisingan. Kamu bertanya-tanya, apakah menyenangkan jika setiap hari kamu tak mendengar suara televisi. Rasanya pasti sangat menyenangkan. Bagaimana jika kamu berdiskusi dengan Anjas terkait dengan masalah ini? Bagaimana jika kelak tak perlu ada televisi di rumah kamu? Ini pasti akan menyenangkan. Kalian bisa mengobrol tentang banyak hal, tanpa terdistraksi oleh suara-suara yang tidak penting. Suara-suara itu yang membuat kamu merasa mengalami ketidakjelasan pikiran. Duh, ini istilah apa si? Ketidakjelasan pikiran ini adalah satu kondisi saat kamu tidak tahu harus melakukan apa meski kamu sebenarnya sangat ingin melakukan sesuatu. Akhirnya, kamu melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin kamu lakukan. Kadang ini membuat kamu pusing. Kamu tidak penuh. Dalam artian, kamu melakukan A tapi pikiranmu B. Kamu tidak mel...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...