Bercerita Melihat foto ini, aku jadi ingat pertanyaanku ke siswa saat mengajar materi buku fiksi dan nonfiksi. Saat itu aku bertanya, “Ada yang suka baca buku?” Tak satu pun yang suka baca buku. Aku langsung merasa seperti orang yang salah masuk ruangan. Tapi, mau bagaimana lagi, sudah kadung masuk dan memang harus mengajar. Sialnya, di semua kelas yang aku ampu, tak satu pun yang suka baca buku. Aku membuka buku paket dan membaca judul bab yang akan dipelajari hari itu: Meningkatkan Kegemaran Membaca. Haha. “Meningkatkan” bermakna seolah-olah anak sudah suka membaca. Padahal.... Aku berpikir sejenak tentang materi yang waktu itu akan aku sampaikan dan kondisi anak-anak yang nampaknya sudah kelelahan. Pembelajaran tatap muka secara terbatas waktu itu tak mengizinkan siswa istirahat. Enam jam pelajaran yang masing-masing 40 menit dilaksanakan berturut-turut tanpa jeda istirahat. Anak-anak kelelahan dan tentu saja bosan. Aku bisa melihat dari reaksi mereka saat ada guru yang ma...
Betapa Tidak Akuratnya Laporan Hasil Belajar Siswa Pagi tadi, saya berangkat ke kantor seperti biasa. Padahal, sebenarnya ini sudah masuk liburan semester 1. Saya berangkat ke kantor untuk menyelesaikan laporan hasil belajar siswa atau rapor. Ada beberapa kendala yang menyebabkan urusan rapor ini tidak selesai tepat waktu. Mengurus rapor adalah salah satu tugas wajib seorang guru. Namun, ini adalah tugas yang tidak saya sukai. Kewajiban biasanya memang menyebalkan. Dan, mau bagaimana lagi. Saya tak menyukai tugas ini bukan karena saya malas. Kalau kalian berpikir ini karena saya malas, bagaimana mungkin saya bisa menyelesaikan tulisan sepanjang ini? Saya tak suka mengurus rapor siswa karena kadang-kadang merasa bahwa hasil dari tugas ini sia-sia belaka. Selama ini saya merasa betapa tidak akuratnya laporan hasil belajar yang disampaikan wali kelas ke wali siswa. Memang, tidak semuanya tidak akurat. Namun, lebih banyak yang tidak akurat. Bingung kan? Menurut saya, laporan ...