Aku menulis apa yang kualami di media blog. Beberapa tulisan kusimpan di laptop pribadiku. Tujuanku menulis semua itu adalah untuk diriku kelak di masa depan. Aku ingin mengenang momen-momen tertentu yang saat kutulis kuanggap penting. Namun, ada satu kekhawatiran yang mengganjal pikiranku. Aku khawatir suatu saat di masa depan, blog tak lagi digunakan lalu aku kehilangan akses ke catatan-catatan itu. Aku yang awalnya ingin bernostalgia dengan kenangan-kenangan di masa laluku menjadi tak punya apa-apa untuk diingat. Apa yang akan kulakukan jika hal itu terjadi? Tapi, aku mau mundur ke alasan mengapa aku menginginkan hal itu. Mengapa aku ingin bernostalgia? Ini mungkin karena aku takut kelak tak punya aktivitas apapun yang bisa mengisi hari-hariku. Aku takut hanya bisa bengong saat menghabiskan masa tuaku. Aku takut kelak tak punya apa-apa. Atau mungkin juga ini karena alasan yang lebih mendalam, yaitu perasaan takut dilupakan. Dengan kata lain, aku takut tak meninggalkan jejak apapun d...
Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Namun, tak semua orang harus kita kenal, kan? Kalau bisa mengenal semua orang dengan mendalam, itu akan sangat bagus. Sayangnya itu sangat tidak mungkin. Jadi, ini hanya sebuah pengingat: cara yang kupakai untuk lebih mengingat seseorang. Atau malah bahkan untuk melupakan seseorang. Membebaskan diriku sendiri dari keharusan mengingat seseorang. Tapi, bukankah kita memang tak harus mengingat seseorang? Baiklah. Kita mulai saja. Aku akan mengelompokkan orang-orang yang kukenal kedalam beberapa lingkaran. Lingkaran pertama adalah lingkaran pengaruh. Ini adalah orang-orang yang bisa kupengaruhi secara aktif. Meliputi orang-orang paling dekat denganku. Lingkaran kedua adalah lingkaran kenal saja dan masih sering berinteraksi. Lingkaran ketiga adalah lingkaran terluar yang berisi orang-orang yang mungkin hanya akan bertemu denganku beberapa kali dalam seumur hidupku. Lingkaran Pertama Lingkaran pertama tentu keluargaku. Aku akan memulainya dengan i...