Langsung ke konten utama

Postingan

Mbah Johari dan Peran-Peran Manusia

Berteduh di emperan apotik di depan SMA N 1 Banjarnegara. Selasa, 05 Mei 2026.  Langit sudah sangat mendung di sana-sini. Aku masih di madrasah. Mau pulang, tapi tanggung sebentar lagi jam absen pulang. Mau tetap di madrasah, tapi malas menunggu. Beberapa guru masih di madrasah, sementara yang lainnya langsung pulang setelah acara di rumah Mbah Johari selesai. Perutku sudah kenyang. Aku makan di rumah Mbah Johari dalam acara tasyakuran pemberangkatan Mbah Johari menunaikan ibadah haji.  Mbah Johari adalah sosok yang berdedikasi. Beliau telah melaksanakan tugasnya selama puluhan tahun. Kalau bicara masalah peran, aku bisa belajar dari beliau. Peran beliau itu amat sangat penting. Salah satu yang kutahu adalah membersihkan ruang guru dan menyediakan minum untuk para guru. Kalau beliau tak menjalankan tugasnya dengan baik, aku yakin akan banyak guru yang merasa tak nyaman berada di kantor. Mbah Johari atau yang lebih akrab dipanggil Mbah Jo, selalu menjalankan perannya dengan ama...
Postingan terbaru

Evaluasi Diri Sebagai Wali Kelas

Rabu, 22 April 2026 Pagi ini langit mendung. Aku kendarai motorku pelan sambil memikirkan banyak hal. Beginilah keseharianku di pagi hari. Kalau tak ada yang aku pikirkan sama sekali semuanya akan sangat monoton.  Terkadang, sambil berkendara aku memikirkan hal-hal yang bisa kusyukuri. Ini membuatku tenang. Kadang, aku memikirkan hal-hal yang kulihat di jalan seperti pepohonan atau bangunan tertentu. Pohon-pohon apa yang paling sering muncul dan bagaimana pohon-pohon itu memancarkan suatu keteduhan yang melankolis. Kadang, aku memikirkan orang-orang dengan aktivitasnya masing-masing. Semua orang punya pertarungannya masing-masing. Everyone is fighting. Semua orang punya pertarungannya masing-masing. Semua orang punya apa yang mereka perjuangkan. Seorang ayah yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Seorang pedagang yang menjajakan dagangannya. Petugas kebersihan yang berjibaku dengan sapunya. Dan, banyak lagi.  Aku jadi bersyukur menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa dan aku sama...

Berkunjung ke Perpustakaan

Selasa, 21 April 2026 Pustakawan sedang menjelaskan tata tertib di Perpusda. Hari ini adalah hari Kartini. Sekolahku tidak mewajibkan siswa putrinya memakai kebaya. Beberapa guru menyayangkan keputusan itu. Pak Wahyu berkomentar, "Tidak ada inisiatif sama sekali." Aku piket penyambutan siswa seperti biasa. Siswa putra kusalami. Siswa putri tidak. Aku menyalami mereka sambil menghafal nama beberapa anak didikku. Setelah piket penyambutan selesai, aku menilai tugas menulis surat pribadi kelas 7I. Dari tugas-tugas itu, aku melihat sedikit kehidupan siswa-siswaku yang sangat beragam. Mereka bukan hanya nama-nama di buku absen. Mereka tidak datang ke sekolah dengan kekosongan. Mereka hidup dan punya kehidupan masing-masing. Ada yang terinspirasi dari grup kesenian di Magelang, ada yang sangat menggemari artis Korea, ada yang sangat merindukan teman SD-nya yang kini berbeda sekolah, ada yang sangat merindukan keluarganya, bahkan ada yang ingin cepat-cepat mati. Tanpa sadar, aku tid...

Menjaga Anak Perempuan

Hari ini, aku mengunjungi rumah siswa putri yang sudah lebih dari satu minggu tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Rumahnya di Desa Pekauman RT 02 RW 01 Kec. Madukara, Kab. Banjarnegara.  Aku berangkat setelah jam istirahat berakhir. Ditemani Alta, guru BK di sekolahku, aku berkendara pelan dari MTs N 2 Banjarnegara ke arah timur. Cuaca panas dan jalanan berdebu serta rusak di sana-sini.  Kami tiba di rumah siswaku sekitar pukul 10.30. Rumahnya cukup besar. Halamannya luas. Sekilas aku bisa menilai kalau orang tuanya cukup mampu. Maksudku tak kekurangan materi.  Kami disambut oleh neneknya yang ternyata seorang pensiunan guru. Neneknya minta maaf karena cucunya membuat kami repot sehingga perlu bersusah-susah datang ke sana. Tantenya membuatkan kami teh hangat dan menyuguhkan makanan ringan.  Saat kami akan menyampaikan maksud kami kepada neneknya, dia tidak mau. Dia bilang lebih baik bicara langsung saja kepada ibunya. Kami terpaksa menunggu ibunya yang ternyata se...

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Apakah Ini Senin yang Berat?

Senin, 09 Februari 2026 Pagi mendung. Aku berangkat kerja dalam perasaan berat. Berat meninggalkan istri dan anak. Ah, entahlah. Rasanya ada sebentuk perasaan yang mengganjal sampai membuat aku tidak semangat. Tapi, lantas aku mengingat istriku dan anakku. Rasanya, ada perasaan tidak lega yang terus-terusan mengganjal dalam hatiku. Kadang, aku merasa sangat lemah karena tak mampu membuat diriku sendiri merasa senang. Aku merasa bersalah kepada diriku sendiri karena tak memberikan perhatianku kepada istri dan anakku. Aku terus menyalahkan diriku sendiri. Apakah ini? Apakah perasaan ini? Ada rasa hampa yang membuatku merasa apa yang kulakukan tidak menghasilkan apapun. Apakah ini tanda bahwa sebenarnya aku membutuhkan validasi dari orang lain? Aku ingin menjerit sekencang-kencangnya untuk membuatku merasa lega .  Hari ini aku ikut upacara. Saat mengheningkan cipta, tiba-tiba keseimbanganku sedikit hilang. Ini sering terjadi saat aku berdiri dengan fokus yang cukup tinggi. Aku telah l...

Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan

"Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?" Mungkin pertanyaan itu sangat layak kamu ajukan ke dirimu sendiri. Di tengah banyaknya orang-orang di negerimu yang masih menganggur, kamu dapat pekerjaan yang sungguh diinginkan banyak orang. Kamu lolos sebagai CPNS dan sedang menunggu menjadi PNS. Lihatlah Joni, adik iparmu, yang sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan tetap. Dia sudah punya satu anak dan sebentar lagi masuk usia sekolah. Tapi, dia masih menganggur. Kamu menemukan pembanding yang sangat dekat dan masih saja mengeluhkan pekerjaanmu saat ini. Bahkan, kamu berpikir untuk mencari pekerjaan lain yang menurutmu sangat kamu idam-idamkan, yaitu menjadi petani. Apakah kamu gila?  Maka, satu pertanyaan sekali lagi perlu dilemparkan kepadamu, "Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?"  Kamu terus-menerus digerogoti pikiran-pikiran buruk tentang pekerjaanmu. Kamu tahu pikiranmu berbahaya. Tapi kamu membiarkannya tumbuh liar dan semakin liar. Agaknya, kamu per...

Takziah Ke Gribig

Selasa, 13 Januari 2026 Aku ikut takziah ke Gribig. Orang tua siswa kelas 9C ada yang meninggal dunia. Anak-anak naik angkot hijau. Dua angkot siap berangkat. Kami berangkat santai. Sepanjang perjalanan pepohonan durian berdiri tegak di pinggir jalan di kejauhan. Sebagian berbuah dan sebagian lainnya tidak. Rumah yang kukunjungi berada di tempat yang sangat sederhana tapi membuatku bernostalgia pada masa-masa kecilku. Kesederhanaan dan ketenangan. Udara yang dingin dan suasana tenang khas pedesaan sangat terasa di sekitar rumah itu. Pohon durian yang tumbuh berdesakan dengan pohon-pohin lain. Buahnya menggelantung sebesar bola sepak. Tembok yang retak. Jalan setapak depan rumah adalah batu-batu yang ditata rapi tanpa tertutup semen atau aspal. Tanah yang becek. Jalanan yang menanjak dan licin ditumbuhi lumut. Rumah-rumah berdiri tanpa pagar tanpa sekat antar tetangga. Di sana kesederhanaan mencuatkan perasaan syahdu yang entah mengapa sedikit mendamaikan pikiran namun juga menimbulkan ...

Catatan Singkat

Rabu, 04 Februari 2026 Hari ini, aku bangun sangat pagi. Rencananya, aku akan bangun pukul 04.00, namun pukul 02.45 aku terbangun karena kebelet pipis. Aku merencanakan pbelajaran untuk kelas 7J dengan materi teks tanggapan. Aku mulai membaca buku dan LKS, mencari bentuk pembelajaran yang pas untuk kelas 7J dengan total waktu jam pelajaran 3 JP. Setelah pukul 04.00 aku berhenti membuat perencanaan pembelajaran dan kemudian menunaikan solat subuh berjamaah di masjid baiturrohmah. Pagi ini gerimis. Aku menadahkan kepalaku ke langit untuk merasakan rintik hujan ke wajahku.  Tubuhku terasa sangat lelah dan capek. Padahal, aku baru saja makan MBG dengan menu sayap ayam. Mengajar benar-benar menyedot tenagaku.

Hari yang Memuaskan

Jumat, 16 Januari 2026 Ini adalah hari yang cukup memuaskan buatku. Aku menghabiskan waktu pagiku bermain bersama Nabil di atap rumah. Nabil sangat antusias kuajak bermain di atap rumah. Dia bahkan mendahuluiku naik tangga di samping TV yang menuju ke atap rumah. Dia tidak takut lagi naik ke genteng rumah, lalu main perosotan di sana. Ada air menggenangi talang di antara pertemuan ujung genting rumah kami dan rumah tetangga. Nabil main air itu. Dengan tangannya yang mungil, dia mengalirkan air itu ke lubang buangan. Dia tertawa sambil bilang mili mili mili. Dia paham kosakata banyu dan air sekaligus. Ya, aku akan terus mengajarkan banyak kosakata bahasa Indonesia sementara Ibunya atau Mbahnya mengajarkan kosakata bahasa Jawa. Aku menyiramkan air di jerigen yang kukumpulkan dari air hujan untuk pelicin genting agar Nabil bisa main perosotan di sana. Setelah puas main perosotan, Nabil kuajak main arang sisa kami nyate di malam tahun baru. Aku mengajarinya mencoret-coret tembok dengan ara...

Main Bola

Kondisi madrasah saat gerimis Sabtu, 10 Januari 2026  Aku berangkat dari rumah dengan perasaan sedikit was-was. Pasalnya, aku memakai baju seragam MGMP sementara dalam jadwal seragam MTs adalah kemeja biru elektrik. Aku cemas kalau-kalau sebenarnya yang ikut workshop hanya perwakilan saja. Tapi, kecemasan itu ternyata sangat berlebihan. Aku cemas karena aku tak punya cukup informasi atau barangkali memang karena aku kurang yakin dengan informasi yang kudapat tanpa mau mengonfirmasi sampai sejelas-jelasnya. Apakah ini karena aku takut dianggap bodoh? Ya, mungkin seperti itu. Aku masih takut dianggap bodoh oleh orang lain. Validasi. Masihkah butuh validasi?  Melamun. Mengangankan entah apa. Lalu lalang dan suara seperti lebah. Kacamata di atas meja. MGMP hampir dimulai. Acara kali ini MGMP bahasa Indonesia untuk bedah SKL TKA dilaksanakan di Perpustakaan Baitul Hikmah. Aku naik ke perpustakaan melewati tangga motivasi. Aku duduk di lobi perpustakaan. Udara terasa sedikit hangat ...