Langsung ke konten utama

Postingan

Betapa Tidak Akuratnya Laporan Hasil Belajar Siswa

Betapa Tidak Akuratnya Laporan Hasil Belajar Siswa Pagi tadi, saya berangkat ke kantor seperti biasa. Padahal, sebenarnya ini sudah masuk liburan semester 1. Saya berangkat ke kantor untuk menyelesaikan laporan hasil belajar siswa atau rapor. Ada beberapa kendala yang menyebabkan urusan rapor ini tidak selesai tepat waktu. Mengurus rapor adalah salah satu tugas wajib seorang guru. Namun, ini adalah tugas yang tidak saya sukai. Kewajiban biasanya memang menyebalkan. Dan, mau bagaimana lagi. Saya tak menyukai tugas ini bukan karena saya malas. Kalau kalian berpikir ini karena saya malas, bagaimana mungkin saya bisa menyelesaikan tulisan sepanjang ini? Saya tak suka mengurus rapor siswa karena kadang-kadang merasa bahwa hasil dari tugas ini sia-sia belaka. Selama ini saya merasa betapa tidak akuratnya laporan hasil belajar yang disampaikan wali kelas ke wali siswa. Memang, tidak semuanya tidak akurat. Namun, lebih banyak yang tidak akurat. Bingung kan? Menurut saya, laporan ...
Postingan terbaru

Hujan dan Dedaunan

Hujan dan Dedaunan Daun-daun dan hujan mencipta suara rintik. Di kulitku, tetes-tetes air mulai menitik. Dingin. Menggelitik. Aku belum menemukan jawab atas pertanyaan yang terbetik. Bertahun-tahun pertanyaan itu bertahan di kepalaku. Di sana, dikepalaku. Seperti gelembung udara yang terjebak dalam air yang membeku. Pertanyaan itu mungkin tak terjawab. Semakin aku berusaha menjawabnya semakin aku terjerembab ke dalamnya. Mungkin, pertanyaan itulah jawabannya. Seperti katamu dulu, hidup yang tak dipertanyakan tidak layak dipertahankan. Kau terus bertanya, apa yang kau inginkan dari hidup. Daun-daun yang telah menguning berguguran ditiup angin, seperti itulah manusia di senja kala hidupnya yang begitu singkat, yang saking singkatnya sampai membuat manusia kadang lupa dan melupakan bahwa hidup begitu singkat. Tak selamanya. Seperti hujan yang hanya sesaat. Hujan dan daun. Sore hari dan awan yang sedikit manyala. Dan, kau yang menanyakan masakan apa yang aku inginkan. Apa yang akan...

Kehilangan Adalah Ilusi

Kehilangan Adalah Ilusi Kau pernah bertanya padaku, takutkah aku kehilanganmu. Bagaimana mungkin aku bisa kehilangan engkau, kekasihku. Sedangkan aku lahir ke dunia ini tak memiliki apa pun. Aku pun akan mati tak memiliki apa pun. Kau bukan milikku. Aku bukan milikmu. Kita bahkan mungkin tak memiliki diri kita sendiri. Bagaimana mungkin aku kehilangan jika aku tak pernah memiliki? Kita merasa kehilangan hanya karena kita merasa memiliki. Kita merasa punya banyak waktu sehingga kita kehilangan banyak waktu. Begitulah manusia. Kita takut kehilangan banyak hal yang sebenarnya tak pernah kita miliki. Lucu kan? Kita disibukkan oleh ilusi kepemilikan. Pikiran kita begitu bising oleh ambisi keduniaan sehingga tak mampu lagi menangkap suara murni dari kedalaman hati. Kita dialihkan oleh banyak hal yang bersifat artifisial kebendaan sehingga lalai dengan hal yang substansial. Duhai Cintaku, Apakah kelak kau akan bisa memahamiku? Apakah kau siap menanggung derita bersamaku? Derita ...

Kerumunan

Kerumunan Embeg adalah hiburan rakyat. Lapangan selalu ramai pengunjung kalau ada embeg. Anak-anak berlarian di lapangan. Lapak-lapak dadakan berjejer di pinggiran lapangan. Seorang anak menangis minta beli pop ice. Gadis berjilbab coklat mengecek layar ponselnya. Gamelan ditabuh bertalu-talu. Suaranya nyaring mengalahkan campuran berbagai suara. Para penari berjumpalitan dengan gerakan akrobat. Pasangan kekasih yang masih remaja berpegangan tangan, nampak malu-malu. Seorang ayah mengajari anaknya membuat gelembung dari cairan sabun dan tongkat yang ujungnya diberi lubang. Penjual balon mendekati anak-anak yang ibunya melirik tak suka. Aku duduk di rumput dan mengamati sambil menulis. Punggungku panas kena terik. Sesekali terdengar petugas mengimbau para penonton agar memakai masker, yang tentu saja hanya digubris beberapa orang saja. Aku kenal sebagain besaro orang-orang di sini. Banyak yang berasal dari desaku. Ada capung terbang rendah di atas rumput. Sampah berserakan. Banjarn...

Keterampilan Baru

Keterampilan Baru Aku sudah belajar bahasa Inggris sejak SD. Tiga tahun di SMP, tiga tahun di SMA, dan satu semester saat kuliah. Namun, apakah kemampuan bahasa Inggrisku meningkat. Kukira tidak. Karena tak pernah kugunakan, bahasa Inggrisku lenyap. Namun, suatu ketika aku menemukan banyak buku menarik yang berbahasa Inggris. Buku-buku itu gratis. Sayangnya, aku tak mengerti bahasa Inggris. Dari sinilah aku mulai tertarik untuk mempelajari lagi bahasa Inggris. Ada banyak sekali buku bagus yang bisa kubaca secara gratis jika aku bisa berbahasa inggris. Aku mulai belajar bahasa Inggris dengan banyak menonton video di YouTube yang berbahasa Inggris. Aku juga menerjemahkan artikel-artikel di internet. Semua ini kulakukan perlahan-lahan tanpa ada paksaan dan tekanan. Aku tak mempelajari tata bahasa bahasa Inggris. Aku hanya memperhatikan bagaimana orang-orang menggunakannya. Aku merasakan manfaat yang lumayan besar dengan belajar bahasa Inggris. Misalnya, aku lulus TOEFL untuk syara...

Sekolah Mengajarkan Kebohongan

  Sekolah Mengajarkan Kebohongan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah target sekolah terkait pencapaian kompetensi peserta didiknya. KKM ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kompleksitas materi, daya dukung sekolah, dan kemampuan awal rata-rata peserta didik (intake). Karena merupakan target sekolah, maka KKM ditentukan pada awal tahun pembelajaran oleh masing-masing satuan pendidikan. Namun, apakah kenyataannya memang demikian? Kukira tidak. Penentuan KKM biasanya malah mendekati ujian sekolah atau bahkan saat pengolahan nilai rapor. Itu pun ditentukan semau sendiri. Aku pernah menyaksikan sendiri kepala sekolah berdebat soal KKM. Dia mau KKM di angka 70, sedangkan beberapa guru ingin di angka 60 saja. Alasan kepala sekolah kalau 60 terlalu rendah berarti sekolah ini jelek. Ya, begitulah. Akhirnya disepakati KKM 70. Penentuan KKM seperti ini jelas salah. Ini namanya semau sendiri. Dari kejadian ini aku bertanya-tanya, jangan-jangan se...

Sebut Saja Sani

Sebut Saja Sani Dia termasuk anak yang kurang beruntung. Ibunya meninggal saat dia masih kecil. Tentu saja dia kekurangan kasih sayang ibunya. Padahal, kasih sayang dan perhatian seorang ibu amat penting untuk tumbuh kembang anak. Ketidakberuntungan Sani masih ditambah dengan perilaku ayahnya yang sering mabuk-mabukan. “Aku kemarin diajak mabok sama bapak, sama Pak Muji juga,” begitu kata Sani saat kutanyai tentang bapaknya. Dia diberi segelas ciu oleh bapaknya. Padahal, Sani baru kelas lima. Anak yang harusnya dibimbing ke arah yang benar malah diajak mabok sejak kecil. Sani juga pernah melihat ayahnya sedang mencopet di terminal. Bapaknya tak segan-segan memperlihatkan perbuatan buruk di depan anaknya seolah-olah itu adalah hal yang wajar. Alhasil, perilaku Sani pun tak jauh beda dengan ayahnya. Di sekolah ia kerap mencuri uang teman-temannya. Bukan sekali atau dua kali. Aku berkali-kali harus memanggilnya ke kantor untuk memberinya nasehat dan sanksi atas tindakannya itu. Ia perna...

Makanan yang Tak Disukai Istriku Ketika Hamil

Makanan yang Tak Disukai Istriku Ketika Hamil Aku tak punya pengalaman mendidik anak. Maksudku, anakku sendiri. Tentu saja. Sebab, aku memang belum punya anak. Tapi sebentar lagi aku bakal punya anak dari istriku. Saat ini dia sedang hamil. Usia kehamilannya sudah lima bulan. Sejak kehamilannya, aku mulai lebih giat belajar segala hal tentang mendidik anak. Sebenarnya, sebelum menikah pun aku sudah suka belajar tentang parenting. Aku mempelajari berbagai cara mendidik anak. Sumber belajarku banyak berasal dari buku karena aku memang suka membaca buku. Namun, sesekali aku juga belajar dari video-video di internet dan sumber bacaan lain di internet. Yang namanya mendidik anak pasti fokus utamanya adalah anak. Namun sebelum fokus ke anak, aku rasa ada hal yang juga sangat penting, yaitu bagaimana kedua orang tua bisa kompak dalam mendidik anak. Kalau aku ingin didik anakku dengan metode yang demokratis tapi istriku malah ingin pakai metode yang otoriter, maka kacaulah jadinya. Maka, seb...

Mengajar itu Melelahkan

  Mengajar itu Melelahkan Maksudku, menjadi guru. Kalau kamu menjadi guru dengan berusaha melaksanakan semua tupoksimu, kamu akan sangat kelelahan. Baiklah, karena kamu mungkin bukan seorang guru, bayangkan saja kamu adalah seorang guru. Di sekolah, kamu bekerja mulai pukul 07.00 dan pulang sekitar pukul 14.30. Rencana pembelajaran yang kamu susun ternyata tak bisa diterapkan di kelasmu. Kamu harus putar otak agar pembelajaran tetap jalan. Selama waktu itu, kamu akan menghabiskan energimu untuk mengajar di kelas. Tanpa kamu sadari, kamu membuat banyak keputusan yang menguras energi mentalmu agar pembelajaran tetap bisa berjalan dengan baik. Selama di sekolah, kamu tidak akan bisa beristirahat dengan optimal. Ada saja pekerjaan yang musti kamu lakukan, seperti mengecek tugas siswa, persiapan mengajar di jam selanjutnya, atau sekadar berbincang dengan rekan kerja satu sama lain, atau paling tidak mendengarkan mereka mengobrol. Semua itu baru tugas pokok seorang guru. Kalau ditambah...

Manusia Kreatif

Manusia Kreatif Dia manusia kreatif. Barang bekas atau rusak yang menurutmu tak berguna bisa dia ubah jadi barang bernilai guna, bahkan bernilai seni. Dia juga manusia serba bisa untuk ukuran orang-orang desa. Berbagai pekerjaan bisa dia lakukan. Dia menguasai banyak pekerjaan karena mau belajar. Akhir-akhir ini yang sedang disenanginya adalah tanaman, terutama durian. Entah dari mana dia belajar menyambung tanaman, stek, cangkok, dan sebagainya. Mungkin dari YouTube. Praktik langsung di kebun sendiri. Gagal coba lagi. Gagal coba lagi. Pokoknya sampai berhasil. Beberapa hari yang lalu, dia membuat gubuk dan kolam ikan di belakang rumahku. Sepertinya, minatnya akan bergeser ke ranah perikanan. Pokoknya, apa saja yang disenanginya dan dapat menghasilkan karya dia lakukan. Dalam hal menikmati hidup, sepertinya aku kalah jauh dan kalah pengalaman darinya. Hari ini, sambil menikmati suara gemericik air di kolam buatannya, aku menulis. Suasana tenang dengan udara sejuk dan sesekali terdeng...

Menikmati Kopi

Menikmati Kopi Dan bocah sialan itu menikmati kopinya. Suara jangkrik di belakang rumah. Dengungan nyamuk yang menyebalkan. Angin yang mampat dan tak bergerak. Perasaan yang timbul tenggelam. Hari-hari yang lelah dan membosankan. Budi yang malang. Budi yang tak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup. Ia jalani hari-harinya yang payah sebab ia tak tahu apakah yang dilakukannya bermakna atau tidak. Ia berangkat ke kantornya dengan setengah hati. Berpura-pura menyenangi apa yang ia kerjakan. Hari ini pacarnya merajuk. Menahannya agar jangan dulu berangkat. Budi yang malang, yang sebenarnya memang enggan berangkat, namun sungkan dan tak enak hati jika tak berangkat. Berkompromi dan terlambat berangkat barangkali bagus, pikirnya. Dan, dia benar-benar terlambat berangkat. Namun, tak apa. Tak ada yang memprotes. Bahkan jika kau tak berangkat sekalipun, kau tak akan diprotes. Budaya kerjanya memang seperti itu. Sangat longgar. Budi yang malang ingin kebebasan, namun ia tak tahu cara mem...

Menjawab Pertanyaan KDA

  Buat: Anjas Saraswati, wanita dengan bokong paling semok di dunia Menjawab Pertanyaan KDA Kemarin, kamu bertanya kepadaku apakah aku benar-benar berniat menjalin hubungan serius denganmu. Tentu saja aku ingin menjalin hubungan serius denganmu. Kamu juga bertanya mengapa aku mau menerima kamu. Ini pertanyaan yang sulit dijawab. Aku pernah membuat kriteria wanita yang akan aku terima. Pertama, kalau aku bisa bersabar atas kekurangannya. Kedua, kalau dia bisa bersabar atas kekuranganku. Kalau kedua syarat ini terpenuhi, aku memilih dia. Cukup mudah memperkirakan kesabaranku sendiri. Aku hanya butuh mengenal wanita itu. Dengan mengenalnya, aku memperkirakan apakah aku bisa bersabar atau tidak terhadap kekurangannya. Kriteria ini punya kelemahan: aku tak bisa tahu pasti kekurangan seseorang sehingga aku hanya bisa memperkirakannya. Karena hanya kira-kira, hasilnya juga bersifat spekulatif. Bisa salah. Bisa benar. Kekurangan lainnya, aku tak bisa tahu pasti dia mau be...