Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jurnal Mei 2026

Sebuah Renungan Kecil

Sabtu, 30 Mei 2026 Nabil menyalakan televisi di rumah kami. Aku tahu, kalau dia tidak bosan tak mungkin dia menyalakan televisi itu. Dia menyalakannya karena dia bosan. Dia bosan kemungkinan besar karena tak ada orang yang serius mengajaknya bermain. Semua orang sibuk dengan dirinya sendiri. Termasuk aku. Bahkan mungkin akulah orang yang paling sibuk dengan diriku sendiri. Nabil hanya anak kecil yang ingin bermain dan bersenang-senang. Namun, terkadang orang-orang di sekitarnya tak mengerti. Mungkin akulah yang paling tak mengerti. Dan, ketika Nabil tak menemukan hal yang menyenangkan dari orang lain dan telah merasa bosan dengan mainannya, dia mencari hal baru: menonton televisi. Sayangnya, televisi di rumah kami sudah tak berfungsi sebagaimana mestinya sejak kurang lebih satu bulan lalu. Ini membuatku merenung cukup lama. Kasihan sekali Nabil. Dia tak bisa lagi menonton televisi. Aku mungkin salah karena menonaktifkan aksesnya menonton televisi. Memang tumbuh sebuah rasa bersalah dal...

Mengarsip Masa Lalu

  Ada satu tempat yang terekam jelas dalam ingatanku meskipun sudah bertahun-tahun aku tak mengunjungi tempat itu. Aku bahkan tidak tahu apakah tempatnya masih sama seperti dulu atau tidak. Tempat itu adalah kebun nenek di Pucungsari. Ada sebuah gubuk kecil di sana tempat nenek biasa beristirahat. Bapak sering mengajakku ke sana. Biasanya, bapak akan memetik kelapa muda dan meminum airnya bersamaku. Banyak pohon mahoni berukuran besar di sana sehingga permukaan tanah lebih sering tertutup daun-daun kering dari pohon mahoni itu. Namun, area di sekitar gubuk nenek selalu bersih dari daun-daun kering. Nenek sangat rajin membersihkannya. Sebenarnya, di kebun itu ada banyak sekali jenis pohon yang tumbuh. Ada pohon kelapa, mahoni, albasia, jengkol, pule, melinjo, sengon, kopi, pete, jambu, bambu, dan masih banyak yang tak kuingat namanya. Ada juga tanaman salak lokal dan salak pondoh, lengkuas, singkong, pisang, cabai, hingga merica. Kebun nenek ini serasa hutan bagiku. Jangan bay...

Menikmati Waktu Bersama Anak-Anak

Minggu, 17 Mei 2026 Aku mengawali hari ini dengan menulis ulasan buku 1984 karya George Orwell. Buku ini berhasil kuselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu. Aku bangun pukul 04.00 lalu menulis ulasan buku ini. Aku berencana menyelesaikan semua daftar tugas dalam HP-ku. Namun, ternyata itu tak mudah. Meski begitu, aku tak menyesal.  Aku melewati minggu pagiku dengan bermain bersama Nabil dan tentu saja Nabila. Aku mengajak Nabil membaca buku pagi hari. Kami berhasil menyelesaikan sekitar empat buku kecil. Aku juga mengajaknya main ular tangga.  Zayra juga kuajak bermain. Dia suka sekali melihat baju merahnya kugantung di pintu lemari dan kukibar-kibarkan. Aku menggendongnya cukup lama dan kali ini dia betah di gendonganku. Aku tidak pergi ke mana-mana sampai sore hari. Aku hanya di rumah bermain bersama Nabil dan Nabila. Ya, seharusnya memang begitu kalau aku menginginkan perkembangan terbaik buat mereka, aku harus sering-sering main dengan mereka berdua. Setelah solat dzuhu...

Bocil EPEP dan Keresahan Seorang Guru

Bocil lagi main game. Sabtu, 09 Mei 2026 Aku menjemput Zayra di rumah Lik Siroh di Sirau. Hari ini Zayra dititipkan di sana karena Mbah Murti pergi ke Wonosobo sedangkan istriku bekerja. Setelah pulang kerja, kami menjemput Zayra di sana.  Di sana, ada dua orang bocil sedang asyik main game. Mereka sangat fokus pada layar HP. Aku jadi merenung. Apakah ini baik? Entahlah. Yang jelas, dari dua bocil ini, aku merasa kalau menjadi guru di zaman sekarang akan sangat sulit. Aku tak menyalahkan dua bocil ini. Aku saja seorang yang sudah dewasa amat sulit lepas dari HP. Apalagi mereka. Aku teringat pikiranku saat pulang sekolah. Saat itu, aku justru berpikir sebaliknya. Ini adalah saat yang paling enak bagi seorang guru. Betapa tidak, orang-orang sebenarnya tak pernah benar-benar menginginkan anak mereka tumbuh menjadi manusia baik, manusia yang berakhlak, manusia yang cerdas. Mereka tak pernah benar-benar menginginkannya. Seseorang menerobos lampu merah dengan mudahnya sementara di belak...

Mbah Johari dan Peran-Peran Manusia

Berteduh di emperan apotik di depan SMA N 1 Banjarnegara. Selasa, 05 Mei 2026.  Langit sudah sangat mendung di sana-sini. Aku masih di madrasah. Mau pulang, tapi tanggung sebentar lagi jam absen pulang. Mau tetap di madrasah, tapi malas menunggu. Beberapa guru masih di madrasah, sementara yang lainnya langsung pulang setelah acara di rumah Mbah Johari selesai. Perutku sudah kenyang. Aku makan di rumah Mbah Johari dalam acara tasyakuran pemberangkatan Mbah Johari menunaikan ibadah haji.  Mbah Johari adalah sosok yang berdedikasi. Beliau telah melaksanakan tugasnya selama puluhan tahun. Kalau bicara masalah peran, aku bisa belajar dari beliau. Peran beliau itu amat sangat penting. Salah satu yang kutahu adalah membersihkan ruang guru dan menyediakan minum untuk para guru. Kalau beliau tak menjalankan tugasnya dengan baik, aku yakin akan banyak guru yang merasa tak nyaman berada di kantor. Mbah Johari atau yang lebih akrab dipanggil Mbah Jo, selalu menjalankan perannya dengan ama...