Langsung ke konten utama

Postingan

Istirahat dari Hal-Hal yang Tidak Kamu Sukai

Apa yang Paling Kamu Idamkan? Aku memulai hari ini seperti biasa, tidak ada yang istimewa, rutin: mandi pagi, membantu istri mengemas jajan, sarapan, dan berangkat ke sekolah. Sebelum berangkat,  aku menuntaskan unggah video di kanal Youtube MI GUPPI Rakitan yang ke-400; sebuah catatan yang bagiku membanggakan. Yang agak berbeda hari ini adalah, aku tidak memulai hari dengan membaca buku. Sayang sekali.  Aku kendarai sepeda motorku dengan kecepatan sedang, mencoba sedikit menikmati apa yang disajikan perjalanan: kesibukan, kehangatan, kebisingan, dan pepohonan. Orang-orang mulai keluar rumah menuju aktivitasnya masing-masing. Matahari menghangatkan hati kami di tengah deru kendaraan dan peluit tukang parkir di pinggir jalan. Pepohonan selalu menawarkan keteraturan yang puitis kepada mataku dan mataku selalu sulit menolaknya.  Apa yang engkau idamkan biasanya sekaligus membawa masalah buatmu. Rumah yang engkau idamkan akan menjadi rumah yang nantinya kau akan berurusan den...

Apa yang Paling Kami Butuhkan Saat Ini

Hari ini hujan turun sejak dini hari. Mau berangkat sekolah jadi ogah. Tapi, tugas tetap tugas. Aku berangkat menembus sisa-sisa hujan yang masih ngremun. Aku pakai kaos lengan panjang dan celana olah raga, tanpa jaket. Tasku basah sesampainya di sekolah. Kupakai sepatuku dan bersiap melaksanakan tugas-tugasku. Aku membuat soal di google form sambil menunggu bel masuk dibunyikan, yang tak jelas jadwal pastinya.  Hari ini, fokusku adalah melatih Elma bertutur untuk persiapan mengikuti seleksi tingkat kecamatan. Kelasku, kelas 5, hari ini pelajaran olah raga bersama M. Jamali di jam pertama sehingga aku bisa fokus melatih Elma bertutur. Elma membawakan Legenda Tampomas dengan gayanya yang riang dan suara kekanakannya. Dua bagian dari teks yang kupersiapkan berhasil dia selesaikan hari ini. Besok, kalau ada kesempatan aku akan melatih bagian tiga.  Jam kedua aku membahas soal PAT tahun lalu bersama kelas 5. Tak ada yang istimewa. Biasa saja. Teknisi WIFI datang memindahkan router...

Segala yang Tak Tersentuh dan Hari Cukur Migura

"Udara pagi yang sejuk. Siraman cahaya matahari yang hangat. Angin masih dingin. Orang-orang keluar satu demi satu dari rumahnya. Pemandangan bukit Karang Gemantung yang disepuh sinar matahari pagi entah mengapa sedikit mendamaikan pikiranku. Aku jadi hangat di dalam." SEGALA YANG TAK TERSENTUH Pagi-pagi sekali aku pergi ke warung mustamil mengantar istri beli plastik bungkus moci yang kurang. Pemandangan bukit Karang Gemantung yang disiram matahari pagi sungguh bagus. Di foto ini tak terlalu bagus memang. Tapi, kalau lihat langsung itu lebih bagus, menurut saya tentu saja. Nabil main klakson motor dan kuncinya. Menutup lubang kunci dan memintaku membukanya lagi. Ibunya beli donat di penjual sayur yang tak lain adalah Mbah Warso. Selanjutnya adalah rutinitas yang tak terlalu penting untuk ditulis. Namun, itu kulakukan setiap hari. Jadi, yang tek terlalu penting untuk ditulis itu justru seringkali adalah bagian terbesar kita. Maksudku, itulah aktivitas kita yang paling memakan...

Pesta Siaga; Sebuah Renungan

Pesta Siaga kembali digelar di Lapangan Kenteng. Udara hangat. Awan menggerombol di sekitar matahari. Teduh namun sedikit silau. Anak-anak cadangan duduk di depan gedung panitia. Para peserta dari sekolah kami berlatih entah di mana bersama Kepala Madrasah. Persiapan upacara pembukaan. Gladi bersih sedang dilakukan. Para peserta dari sekolah lain sedang mendaftar. Punggung tangan dicap dengan stempel ungu. Ibu guru bergosip tentang lemahnya koordinasi. Matahari mulai muncul menghangatkan kami. Rumput hijau yang terinjak-injak. Para pedagang berpayung warna-warni. Balon udara warna-warni terbang ke angkasa. Lingkaran manusia peserta pesta siaga. Matahari sudah muncul. Sesekali tertutup awan. Lapangan hijau.  Doa dipanjatkan. Insiden uang kurang 100.000 apakah pihak bank kurang dalam memberikan uang atau memang sudah diambil dari gepokan satu jutaan? Masih mengantri cukup panjang untuk putra dalam taman kebudayaan. Masih enam antrian. Capung-capung terbang rendah di atas kepala para ...

Seperti Daun yang Luruh Saat Menguning

Manusia lahir ke dunia tanpa mengusung ideologi apapun. Ia  mbrojol  begitu saja dari lubang vagina ibunya sebagai seonggok bayi. Ia berkulit sensitif dengan warna kemerah-merahan. Itulah warna paling kentara yang ia miliki. Kelak, dunia akan melukis warna-warna lain dalam kehidupannya. Beberapa detik setelah terlahir, ia akan menangis sebagai respon terhadap dunia baru yang kini ia hadapi. Dunia baru ini mungkin kejam buatnya atau malah memanjakannya. Setiap ibu akan bahagia mendengar bayinya menangis pertama kali, sebab itu merupakan tanda bahwa bayinya terlahir sehat.  Bayi itu akan tumbuh dengan bantuan orang-orang di sekitarnya. Perlahan ia mulai bisa mengatakan beberapa kata. Biasanya kata “ibu”, “mama”, adalah kata pertama yang mereka ucapkan. Secara fisik maupun psikis, ibu adalah yang paling dekat dengan si bayi. Ibu jugalah yang akan mengenalkan dunia kepada si bayi. Si bayi tumbuh dengan cepat. Ia mulai merangkak, menjelajahi setiap ruangan di rumah ibunya. Ia ...

Berpindah: Bersih, Rapi, dan Indah

Manajemen Dalam KBBI V kata ini artinya penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasran; dan pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan atau organisasi. Untuk tahu beres atau tidaknya sebuah manajemen dalam organisasi sebenarnya tak perlu muluk-muluk mempelajari ilmu manajemen. Kita bisa lihat dengan akal sehat saja. Kalau dari rumusan KBBI sudah jelas bahwa jika di tempat bekerja ada yang tidak beres dengan kedisiplinan para anggotanya, maka kemungkinan besar manajemennya bermasalah. Ada sumber daya manusia yang secara kuantitas sebenarnya mencukupi untuk menjalankan sebuah institusi pendidikan sekelas sekolah dasar. Bagaimana tidak, kami punya 9 orang yang bekerja di sekolah kami untuk mengampu 7 rombel. Jumlah ini tentunya cukup. Namun, sayangnya sumber daya manusia yang secara kuantitas cukup ini tak bisa dimaksimalkan perannya oleh pihak manajemen atau pimpinan. Ada beberapa orang yang sering sekali tak melaksanakan perannya dalam manajemen sehingga jalan...

Menjadi Fleksibel Lebih dari Siapapun; Lima Zona Waktu Pribadimu

Menjadi Fleksibel Lebih dari Siapapun Malam ini, kamu merumuskan lima zona waktu pribadimu: Zona tidur dimulai pukul 23.00 dan selesai pukul 04.00 WIB. Zona meditasi dimulai pukul 04.00 dan selesai pukul 06.00 WIB. Zona profesional dimulai pukul 06.00 dan selesai pukul 16.00 WIB. Zona keluarga dimulai pukul 16.00 dan selesai pukul 20.00 WIB. Zona bloging dimulai pukul 20.00 dan selesai pukul 23.00 WIB. Alasanmu membuat lima zona waktu ini adalah agar waktumu tak terbuang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Mari kita bahas semuanya. Zona Tidur Zona tidur dimulai pukul 23.00 dan berakhir pukul 04.00 WIB. Tujuan zona ini adalah mendapatkan kualitas istirahat terbaik. Indikator keberhasilannya adalah nyenyaknya tidur dan kesegaran saat bangun dari tidur. Supaya berhasil kamu harus mempersiapkan diri dan tempat tidurmu. Kebersihan dan kenyamanan tempat tidur mutlak diperlukan. Tak ada aktifitas apapun selain tidur di zona ini. Matikan semua perangkat elektronik. E...

Nostalgia Plesiran Gratis Zaman SMA

Sudah lama aku tidak mengunjungi objek wisata di Banjarnegara. Situasi dan kondisi tak memungkinkanku melakukannya meskipun aku ingin. Aku menulis kenangan lamaku di tempat-tempat wisata di Banjarnegara yang aku kunjungi secara gratis. Curug Sikopel Yang pertama aku ingat adalah Curug Sikopel di Pagentan. Anak tangga dari pahatan tanah yang berkelok-kelok menuruni tebing adalah jalan yang harus kulalui untuk sampai di Curug Sikopel. Aku pernah ke sana beberapa kali dengan teman-temanku: Amin, Rizki, Susmi, Supi, dan Eko kalau tidak salah. Jalan yang sudah dekat dengan Curug Sikopel tak terawat. Rumput dan alang-alang dan semak tumbuh di sisi kanan jalan menutupi pandangan. Pohon nangka yang menjulang dan pohon kaliandra yang sengaja ditanam para peternak kambing mencuat di kanan dan kiri tangga. Ada jembatan dari semen yang sudah berlumut di sana tempat yang cukup bagus untuk berfoto. Turun dengan menahan berat badan dan naik dengan mengangkat berat badan. Gerbang masuk dan k...

Mimpi Tersesat yang Sempurna

Aku kerap bermimpi tersesat. Ini adalah mimpi yang paling menguras tenaga. Biasanya setelah bermimpi tersesat aku akan bangun dalam kondisi kelelahan. Aku melangkah ke arah yang kuyakini benar, namun tak kunjung sampai tujuan. Dihadapkan pada jalan yang kurasa pernah kulalui di dunia nyata namun dengan sedikit sentuhan asing yang suram, aku kerap berputar-putar tak tentu arah. Orang-orang yang kutemui tak membantuku.  Aku dengan ragu-ragu mengambil jalan yang menurutku tepat. Saat kurasa aku akan sampai di tujuanku, ternyata aku sampai di tempat asing yang mengerikan, berkabut, dan bercabang-cabang. Kadang aku tersesat ke tengah hutan tanpa bisa menemukan jalan keluarnya. Kadang aku tersesat di tengah perkampungan dengan para penghuni yang berpenampilan aneh tak seperti manusia. Kadang aku tersesat di jalan-jalan setapak, di pinggir danau, atau perkebunan. Saat aku mengingat mimpi-mimpi penuh ketersesatan ini bulu kudukku merinding tiba-tiba. Malam tadi, tepatnya Kamis malam, 27 Ma...

Pesta Siaga dan Keresahan yang Kurasakan

Aku tahu bahwa maksud pelaksanaan pesta siaga bertujuan baik, yaitu sebagai sarana pembentuk karakter siswa. Namun, praktik yang kutemukan justru membuatku muak. Hal-hal yang membuat aku muak antara lain:  Pertama, di sekolah tempatku bekerja tak ada ekstrakurikuler Pramuka. Anak-anak hanya dilatih saat akan ada acara pesta siaga saja. Selain itu tak ada latihan apapun atau kegiatan apapun yang berkaitan dengan Pramuka. Serba instan. Inilah yang aku tak suka.  Kedua, fokus sekolah adalah meraih prestasi untuk mengharumkan nama sekolah. Itulah mengapa yang dipilih adalah anak-anak terbaik. Jika memang tujuan awal adalah pembentukan karakter harusnya siapapun yang ingin mengikutinya boleh-boleh saja diikutsertakan. Jika peserta yang boleh ikut dibatasi, paling tidak sekolah memfasilitasi anak-anak lain yang tak kebagian jatah dengan kegiatan lain yang juga fokus dalam pembentukan karakter.  Ketiga, latihan dilakukan saat jam pelajaran. Ini sangat mengganggu kegiatan pembela...

Berpikir Sendiri, Apa Maksudmu?

Aku ingin berpikir sendiri. Apa maksudmu berpikir sendiri? Mungkin maksudmu adalah kamu tak ingin bergantung dengan pemikiran orang lain. Tapi, bagaimana caranya? Apakah aku punya masalah untuk aku pecahkan? Katamu, level orang itu ditentukan dengan masalahnya, semakin kamu mengubresi urusan yang sepele, semakin itu menunjukkan bahwa kamu itu juga sebenarnya sepele. Tapi, buat apa jadi orang yang levelnya tinggi, toh hidup juga akan berakhir. Tapi, bukankah itu alasannya mengapa kita musti menikmati hidup? Sebab kita tak hidup selamanya maka hidup kita jadi berharga.

Tambal Ban dan Momen Jumatan yang Tertunda

Sudah pukul 11.38 dan aku belum sampai rumah. Panas matahari terasa membakar punggung tangan dan lenganku sebab aku tak pakai jaket. Ban motorku bocor dan terpaksa aku mencari tukang tambal ban. Untungnya, di pertigaan dekat grapari telkomsel masih ada tukang tambal ban. Istriku menunggu di dekat taman kota. Dia sedang hamil. Kasian sekali dia harus menunggu di sana sambil panas-panasan. Anak sekolah berjalan pulang bergerombol. Pedagang sayur masih santai di tepi jalan. Dia mengobrol dengan tukang tambal ban dengan santai. Gaya bicara si tukang sayur seperti bukan orang Banjar. Di sebelah kiriku ada tukang becak yang juga terlihat sangat santai di dalam becaknya. Sepertinya mereka tidak berniat melaksanakan salat Jumat. Tapi, itu sama sekali bukan urusanku. Aku sudah belajar untuk tidak mengomentari kehidupan orang lain. Sebab, perhatian kita sesungguhnya terbatas. Kalau segalanya kita perhatikan, jangan-jangan apa yang seharusnya kita perhatikan malah luput dari perhatian kita. Istri...

Bisakah Kita Membalas Kebaikan Orang Tua?

Hari ini, bersama istri, aku ke sekolah bertemu para guru untuk menyalurkan honor mereka yang telah tiga bulan tak tersalurkan. Dalam perjalanan kami mampir ke alfamart untuk membeli jajan kalengan untuk kami berikan ke nenek kami di Gemuruh.  Setelah urusan di kantor selesai, kami berangkat ke rumah nenek kami lewat jalan baru Banjarmangu. Perjalanan cukup jauh dengan cuaca panas dan udara berdebu. Aku menutup helmku agar debu di udara tak menerpa wajahku. Jalan cukup lengang sehingga aku bisa memacu motorku cukup kencang. Sampai di rumah nenekku, kami memarkirkan motor di depan musala karena di halaman rumah nenek kami sedang digunakan untuk menjemur padi.  Kami kesulitan masuk rumah karena semua jalan terhalang hamparan padi yang sedang dijemur. Dalam hati aku berucap, alhamdulillah nenek tidak kekurangan beras berarti. Aku masuk ke rumah nenek dan memberikan jajan kalengan yang aku beli di alfamart. Saat lebaran biasanya cucu-cucu nenek datang ke rumah nenek dan berkumpul ...

Lebaran di Kampung Halaman

Lebaran tahun ini, tepatnya 1447 H aku akan lebaran di kampung halamanku. Ya, begitulah rencananya. Sudah empat tahun aku tak lebaran di kampung halamanku. Rasanya biasa-biasa saja. Mungkin karena aku masih sering mengunjungi kampung halamanku. Bukan sering, malah hampir setiap hari. Tapi, aku tahu suasana lebaran tentu saja akan berbeda dari lebaran di kampung istri, meskipun hanya besa desa saja.  Entah mengapa puasa hari ini rasanya lapar sekali dan aku sangat bosan berada di rumah. Mau keluar rumah juga tak tahu harus ke mana dan mau ngapain. Benar-benar sangat bosan. Menganggur memang lebih menyebalkan dari pada melaksanakan tugas meskipun berat.  Ya, setidaknya melaksanakan tugas meski berat ada sesuatu yang kita lakukan dan kita harapkan. Saat melakukan sesuatu tentu kita berharap dapat menyelesaikannya dengan baik. Ya, mungkin itu. Mungkin harapan itulah yang membuat kita tidak bosan. Ya, begitulah. 

Pelajaran Melatih Kesabaran dan Percaya Pada Rencana Allah SWT

Nabi Musa a.s. pernah diminta oleh Allah SWT untuk belajar ilmu baru yang tak ada di dalam kitab. Ilmu baru ini harus beliau dapatkan dengan pengalaman langsung. Nabi Musa harus berguru kepada seseorang yang oleh Allah disebut sebagai hamba-Nya. Menurut berbagai pendapat, orang tersebut adalah Nabi Khidir. Namun, kita tak perlu memperdebatkan hal ini. Siapapun itu, yang jelas Nabi Musa harus belajar kepada orang itu. Nabi Musa menempuh perjalanan jauh untuk menemui orang itu agar ia bisa menjadi muridnya dan mendapatkan ilmu darinya.  Saat akhirnya Nabi Musa bertemu dengan calon gurunya itu, ia dianggap tak akan mampu bersabar menerima ilmu dari sang guru.  "Kamu tak akan punya kesabaran untuk menanggungnya," ucap sang guru.  Nabi Musa yang sehari-hari berhadapan dengan Firaun dan kaumnya dibilang tak akan sabar. Kurang sabar apa Nabi Musa yang dakwahnya menghadapi Firaun dan para pengikutnya.  Nabi Musa bilang bahwa dia akan bersabar apapun yang terjadi.  Nabi ...