Langsung ke konten utama

Membuat Rencana Keuangan

Rabu, 14 Januari 2026

Hari ini, aku ingin fokus membuat rencana keuangan jangka panjang, menengah, dan jangka pendek. Aku akan berdiskusi dengan ChatGPT untuk menentukan rencana terbaik. Gagal merencanakan finansial berarti siap-siap miskin. Tapi, perlu aku tegaskan di sini bahwa rencana bukanlah bentuk kesombongan. Justru, dengan rencana itu adalah tanda bahwa kita mengakui kelemahan kita. Kita bisa berencana, tapi Tuhanlah yang pada akhirnya menentukan segalanya. Meski demikian kita tetap harus berencana.  

Aku mulai dengan analisis pendapatan keluargaku lebih dulu. Begini analisisnya. 

Gaji pokok 2.600.000 

Uang makan 800.000

Tukin 1.300.000

Total : 4.700.000

Ditambah penghasilan istri 800.000

Sehingga total: 5.500.000

Aku akan mulai dengan menjelaskan kondisiku pada ChatGPT. 

Hallo, ChatGPT. Aku mau minta tolong padamu untuk membantuku merencanakan keuangan keluargaku. Aku akan menjelaskan dulu kondisi keuangan keluargaku. Saat ini, aku tidak punya kekayaan apapun. Yang aku punya hanyalah gaji bulananku dan istruku dengan rincian sebagai berikut:

Gaji pokok 2.600.000 

Uang makan 800.000

Tukin 1.300.000

Total : 4.700.000

Ditambah penghasilan istri 800.000

Sehingga total: 5.500.000

Aku seorang guru ASN sedangkan istriku juga guru, namun masih guru honorer. Aku baru menjadi ASN lebih tepatnya CPNS belum PNS. Aku belum bisa menabung karena gaji-gaji awalku habis untuk membeli kebutuhan kerja seperti laptop dan baju seragam. Selain itu juga untuk biaya les, buku yang menunjang ujian CPNSku , transport, penginapan selama ujian, dan lainnya. Sekarang mungkin saja aku bisa menabung sebab utang-utangku sebelumnya sudah lunas. Saat ini aku tidak punya hutang apapun. 

Aku tinggal di Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebagaimana pasangan baru di sini, kami tinggal di rumah mertua. Anakku berusia sekitar 3,5 tahun. Istriku sedang hamil anak kedua kami dengan usia kandungan sekitar 6-7 bulan. Aku berencana hanya punya dua anak saja sebagaimana umumnya pasangan di Banjarnegara. 

Pengeluaran bulananku saat ini meliputi bayar Wifi 310.000 Paket data/pulsa selama sebulan sekitar 100.000 untuk berdua. Bensin untuk transportasi kerja berdua sekitar 240.000. Susu untuk anak pertamaku. Beras dan lauk pauk untuk makan. Listrik bulanan. Jajan. Dan lain sebagainya. 

Saat ini, aku tidak terburu-buru memiliki rumah pribadi. Selama mertuaku masih memgijinkan aku dan istriku tinggal di sana aku akan menunda beli rumah. 

Dengan kondisiku yang seperti ini. Aku ingin merencanakan keuanganku. Aku ingin mengatur pendapatan bulanan keluarga kami dengan cara yang sehat secara finansial dan syukur kalau bisa mengembangkannya menjadi pendapatan pasif misalnya. Tolong bantu aku merencanakannya, ya. 

Hari ini, di madrasahku sedang diselenggarakan gelar karya kelas 9. Aku ikut acara pembukaannya sebentar kemudian menonton penampilan pertama dari kelas 9J. Penampilan yang mereka bawakan berupa tarian, drama Joko Kendil, dan tarian Warok. Ternyata penampilan selanjutnya juga sama. Drama dan tari. Aku tidak terlalu suka acara-acara seperti ini. Keramaian dan suara keras yang konstan seringkali membuatku pening. Apalagi udara lumayan lembab. Aku duduk di kantor mencoba belajar sesuatu. Kali ini aku belajar perihal emas. Aku akan cari pengalaman nyata di Quora atau di aplikasi lain. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...