Langsung ke konten utama

Hari yang Sibuk

Jumat, 09 Januari 2026

Jumat, meskipun hari yang sibuk, aku cukup menyukainya. Aku memulai hari dengan mengajar di kelas 7H, berdiskusi dengan chatGPT tentang ide kokurikuler, piket MBG, dan mengajar di kelas 7G. Setelah itu, aku pulang, solat Jumat, lantas rebahan dan sesekali bermain dengan Nabil. Bu Lilli datang untuk mengambil minyak goreng pesanannya.  Saat sore, aku menyempatkan diri membuat jemuran dengan memanfaatkan bekas jemuran yang dulu pernah rusak. Aku mengaitkan tali ke ujung besi sehingga jemuran yang dulu rusak sekarang bisa dipakai kembali. Aku mandi dan menjalani sore seperti biasa hingga azan maghrib berkumandang. Aku menunaikan solat maghrib. Setelah itu, aku pergi ke Pucungsari untuk mengambil masakan uceng buatan ibuku. Tapi sayang, saat aku sampai di sana sudah habis karena sudah diberikan ke tetangga. Ibuku mengira aku tidak datang mengambilnya makanya dia berikan ke tetangga. Aku pulang membawa daun so dan sayur pare yang belum dimasak hasil kebun kecil di atap rumah. Perjalanan ke Pucungsari lewat tanjakan Sikelir di malam hari rasanya seperti perjalanan menembus dunia lain. Gelap sekali. Tidak ada lampu jalan dari rumah terakhir di tanjakan sampai sebelum PAUD. Rasanya benar-benar seperti membelah dimensi lain. Setelah dari rumah ibuku, aku mengambil hasil jahitan baju di rumah penjahit yang ternyata sekarang aku tahu bahwa penjahitnya dulu pernah sekolah di sekolah yang sama denganku. Bisa dibilang kami satu angkatan. Aku memang tidak mengenalnya dengan biak. Tapi kukira dia mengenalku karena dulu aku murid pindahan dan pastinya dia tahu. Aku dan istriku lantas pulang. Kami mampir di kedai nasi goreng di depan grapari telkomsel. Karena cukup mengantri, aku memutuskan untuk membeli bensin ke pombensin karena dekat. Ternyata, di pombensin juga antriannya cukup panjang. Aku menunggu semakin lama sebab bertepatan pula dengan pencatatan entah apa oleh petugas pom bensin. Setelah pesanan siap, kami makan. Rasa nasi goreng dan kwetiau yang kami pesan ternyata biasa-biasa saja. Istriku bahkan bilang tidak enak. Apalagi, nasi gorengnya tak ada toping selain kubis dan cabai. Kami maklum, nasi gorengnya cuma dibandrol dengan harga sepuluh ribu. Sedangkan di tempat-tempat lain biasanya 15-16 ribu. Aku mengambil fotokopian di tempat temanku Susmi. Ternyata fotokopi bolak-balik di sana cuma 600 perak. Buku hasil fotokopian ini rencananya akan aku jual seharga 20.000 rupiah. Kami pulang dengan mengendarai sepeda motor pelan-pelan. Sampai di rumah, Nabil sudah tidur dan kami pun menyusulnya tidur. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...