Langsung ke konten utama

Hari yang Berat


Selasa, 06 Januari 2025

Aku bangun pagi hari ini. Selasa adalah hari paling berat dalam Minggu kerjaku. Tapi, hari ini aku merasa cukup puas dengan pekerjaanku. Aku menyiapkan apa yang akan kuajarkan lebih dulu. Meskipun belum sempurna, aku menghadapinya. Setiap Selasa jadwalku penuh. Sebelum bel pelajaran pertama aku sudah harus mulai bertugas piket penyambutan siswa. Aku berdiri hampir setengah jam menyalami siswa yang berjalan dari gerbang sekolah. Kaki dan tangan sering kali sampai pegal. Belum masuk kelas saja, tangan sudah pegal. Setelah piket penyambutan siswa, aku mengajar di kelas 9J. Kelas ini cukup berat. Sebagian besar siswa tak mendengarkan penjelasanku. Aku belajar untuk memaafkan. Tak terlalu memikirkan mereka membuat energiku cukup tersimpan. Kelas 9I juga berat. Bahkan, meskipun aku belum pernah berteriak di kelas ini, kurasa dari enam kelas yang aku ampu, inilah kelas paling berat. Kelas paling enak adalah kelas 7H, mereka cenderung lebih bersahabat denganku meskipun mungkin ini hanya perasaanku saja. Aku melanjutkan hariku dengan melaksanakan jam tambahan TKA di kelas 9E. Satu hal yang menjadi catatan pentingku saat ini sebagai seorang guru adalah: aku sadar bahwa aku belum kompeten sebagai seorang guru. Aku masih harus belajar lagi. Yang paling kusadari adalah aku masih terpaku pada bagaimana menghabiskan jam pelajaran di kelas. Penguasaan materiku juga masih lemah. Kontrol kelasku juga masih lemah. Nah, bagaimana meningkatkan kompetensiku sebagai seorang guru? Aku harus mencarinya sendiri. 


Aku pulang sore. Badan rasanya remuk. Tapi, aku mencoba menikmatinya. Kulanjutkan dengan momong Nabil. Meski rasanya sangat lelah dan lapar, aku tetap memberikan senyum terikhlasku untuk anakku. Kami bermain karet warna-warni. Sayangnya, sehabis maghrib aku harus pergi ke Bogoan untuk menjahitkan kain. Bersama istriku, kami naik motor pelan setelah solat maghrib. Jalanan dari lapangan Rakitan ke Bogoan gelap. Hanya ada satu lampu jalan, tepatnya di tikungan Sikelir. Jalanan di Tambakan sudah ditambal meskipun masih terasa turbulensinya. Kami membeli kebab dan melanjutkan perjalanan untuk membeli martabak. Namun sayang, penjual martabak langganan kami tutup. Kami pulang dan memutuskan untuk tidur lebih awal. Sebelum tidur, kami harus membereskan mainan Nabil yang berserakan sampai ke kasur. Karet warna-warninya tersembunyi di baqah selimut. Saat kami angkat, itu berhamburan sehingga kami harus merapikannya dengan upaya ekstra. Dan, begitulah hari ini berakhir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...