- Ibu Anti. Nama lengkapnya adalah Anti Khozinatu Nafsik, S.Pd. Guru bahasa Inggris. Penulis soal ANBK. Berasal dari Kendal. Ngekos di sekitar lokasi madrasah tepatnya di Jalan arah menuju cendana, ya di gang itu. Bisa bawa motor sendiri. Mudah akrab dengan orang-orang. Lulusan Unnes. Punya rencana menikah di waktu dekat ini. Berangkat ke kantor nyangking rames. Sedang ikut PPG juga sepertiku. Jadi pembina matrik atau metriks, entahlah.
- Ibu Vita. Nama lengkapnya Kurnia Nurfitasari, S.Pd. Guru Bahasa Jawa. Berasal dari Talunamba, Kec. Madukara. Sebelum menjadi guru, dulu bekerja sebagai seorang perangkat desa. Lumayan bisa main gamelan. Lulusan Unnes. Sepertinya suka nyanyi. Dan memang suka nyanyi. Jiwa sosialnya tinggi. Jadi pembina karawitan.
- Ibu Alta/Annisa. Nama lengkapnya Annisa Alta Novia, S.Sos. Guru BK. Berasal dari Susukan. Bisa nyanyi. Ingin mengubah citra Guru BK sebagai guru yang ramah dan penuh cinta. Sering dijodoh-jodohkan, atau apa namanya, ya, dimakcomblangin dengan Bpk. Affan. Tinggi. Jadi pembina Paramuka di tahun pertamanya.
- Ibu Sofie. Nama lengkapnya Sofi Maesaroh, S.Pd. Guru SKI. Berasal dari Purbalingga. Tidak bisa naik sepeda motor sendiri. Ijazahnya adalah pendidikan sejarah. Lulusan UIN Saizu Purwokerto. Mengajar kelas 8 juga selan kelas 7. Jarang pulang ke kampung halamannya.
- Bapak Wahyu. Nama lengkapnya Wahyu Widodo, S.Sos. Kepala Tata Usaha MTs N 2 Banjarnegara. Tinggi dan tenang pembawaannya. Asal dari Mandiraja. Sering jalan-jalan ke kantor.
- Bapak Wangit Sunandar. Nama lengkapnya Wangit Sunandar, S.Pd. Waka Kurikulum. Orangnya ceplas-ceplos. Asal dari mandiraja. Mengaku suka menegur guru secara blak-blakan. Suka melontarkan candaan-candaan. Berasal dari Mandiraja. Bicaranya cepat.
- Bapak Darto. Waka sarpras. Berasal dari mandiraja juga. Terlihat seperti orang yang tidak banyak bicara dan cekatan. Memberi tambahan tugas jika kamu meminta keringanan tugas kepadanya. Terkonfirmasi lewat istriku yang merupakan anak didiknya dulu.
- Ibu Ratna Ayu Kartika Wulan. Kepala Madrasah. Asal: belum tahu. Asal: Wonosobo. Rajin cek kantor guru, biasanya pagi-pagi. Titen. Bisa diandalkan sebagai kepala sekolah.
- Ibu Imelda. Nama lengkapnya Imelda Septianawati, S.Pd. Atau Ibu Imel. Ibu guru bahas Inggris. Dari tampilan wajahnya, terlihat kalau beliau adalah orang yang cerdas. Beliau menempati ruang lab bahasa Inggris. Asli Sokanandi. Di awal pertemuan kami, beliau langsung memberi tugas dan menantang Bu Anti memberikan ide terbaiknya terkait bahasa Inggris. Di balik sosoknya yang ceria, rupanya beliau pernah punya kisah tragis kehilangan anaknya. Beliau pernah menceritakannya saat aku latsar di ruang rapat perpustakaan.
- Pak Fajar. Nama lengkapnya Fajar Riskiawan, S.Kom. Seorang fotografer, sosoknya mengingatkan saya akan pegawai laki-laki di MI Muhammadiyah Petambakan, tugasnya pun sama, membuat flayer kegiatan yang dilakukan di Metrobara. Mengajar TIK dan hal-hal yang berhubungan dengan itu. Orangnya simpel.
- Pak Hengky, yang menyosialisasikan kepada anak-anak untuk class meeting dan yang mempersilakan saya untuk perkenalan di depan anak-anak kelas 7 dan kelas 8. Pak Hengky menjabat sebagai Waka Kesiswaan. Kemungkinan beliau juga menjabat sebagai pembina OSIM Metrobara. Vokalis band. Suaranya tentu bagus dan pernah mendapat juara 2 menyanyi.
- Pak Al. Rizqi Al Majid, dipanggil Pak Al, terlihat selalu stylis, beliau yang berdiri di samping saya saat saya perkenalan di depan siswa, angkatan PPPK tahun lalu, sepertinya bisa main tenis meja. Tapi ternyata mungkin tidak. Tos dengan siswa kalau piket penyambutan siswa. Jago main voli.
- Pak Edo, lemu, berjanggut dan seperti solin boy, ternyata kakak kelas saya di MAN 1 Banjarnegara, yang suka ikut nimbrung saat pelaksanaan kegiatan Pramuka Mansabara, sama-sama muridnya Pak Rohis. Kenalannya banyak. Tipe-tipe orang extrovert tulen. Tidak peragu.
- Bu Yayu, sela, Sekarang Sokanandi, ketemu pertama kali di perpus, wajahnya khas dan ramah. Sepertinya lama tidak berjumpa lagi meskipun aku sering ke perpus.
- Pak Ibnu, guru bahasa Indonesia, orangnya terlihat riang dan santai, sedang mengikuti PPG di UPGRIS seperti saya. Kemungkinan bisa diajak bekerja sama menyelesaikan proyek-proyek PPG agar bisa lebih ringan pengerjaannya. Pertama kenalan saat sedang piket MBG. Sering terlihat olehku datang terlambat ke sekolah. Anaknya tiga.
- Pak Putut, mukanya mengingatkan saya dengan siswa bernama Rafi, saya masih belum tahu dia ngajar apa, dia ingin menghidupkan lagi badminton di Metrobara. Ya, semoga berhasil. Dan, ternyata Pak Putut tidak mengajar karena dia bagian dari TU madrasah. Piket bareng saya di jadwal piket MBG.
- Pak Kholid, tukang bersih-bersih di MTs N 2 Banjarnegara, pandangannya tentang ngalap berkah di lembaga yang mengajarkan ilmu pengetahuan cukup unik, bercerita telah mengabdi selama kurang lebih 7 tahun di MTs N 2 Banjarnegara, sebelumnya bekerja di pombensin depan Depo Pelita. Lulusan ponpes. Tak heran pandangannya tentang ngalap berkah bisa begitu kuat.
- Pak Jo, lebih akrab disapa Mbah Jo. Pramusaji dan yang bertugas membersihkan sekitar kantor di MTs N 2 Banjarnegara, setiap pagi mengantarkan minuman ke meja guru, minuman air putih hangat yang menyenangkan, tidak banyak bicara, pernah melihat beliau sedang mengepel lantai TU. Ternyata sekarang lebih sering lagi melihatnya di pagi hari.
- Bu Sri, guru BK agak lemu, duduk di samping Ibu Alta, ramah dan sangat suka bercerita, dulu daftar seleksi CPNS ketika masih ada penempatan di sekolah swasta dan negeri, bisa milih tempat penempatannya, negeri atau swasta. Jadi pembina PMR bareng saya dan bu Wiwi. Dan Pak Kholidun.
- Bu Ulfah, guru BK, kalau tidak salah dengar, orangnya ramah dan pulang sesuai jam absen karena rumahnya jauh. Duduk di samping meja Pak Afan BK yang disekati dengan lemari berisi karya-karya siswa. Dapat salam dari Bu Bekti. Dan memang ramah.
- Pak Afan, guru yang di pojokan ruang BK, sepertinya orangnya pendiam, tak banyak bicara, dan terlihat serius. Pembina futsal bareng Pak Edo. Sering pakai baju hitam-hitam. Tidak salaman dengan siswa putri di depan gerbang saat piket penyambutan.
- Bu Endah, guru bahasa Indonesia senior, menjabat sebagai kepala perpustakaan MTs N 2 Banjarnegara, pembawaannya tenang dan gerakannya lambat, punya dua gelar sarjana, yaitu pendidikan dan agama, ditambah satu gelar magister. Tidak sombong dan ramah. Anaknya bersekolah di MTsN 2 Banjarnegara. Sering menulis berita di kemenag.banjarnegara.go.id. Punya jasa penyewaan kostum. Sepertinya begitu.
- Pak Wisnu, nyeting absen, bagian TU, PPPK angkatan baru, berjanggut dan sepertinya orangnya religius dan cukup santai. Ayahnya meninggal bulan Agustus 2025. Pernah sakit dan harus cuci darah. Pernah kudapati motornya sulit nyala di depan kantor. Orangnya tambun dan santai.
- Ibu Dina, SKI kelahiran tahun 1997, pernah bersekolah di Metrobara bersama dengan istri saya Anjas Saraswati dan pernah bersekolah bareng juga di MAN 2 Banjarnegara. Suaminya, Pak Kholidun, guru matematika. Baru melahirkan sekitar bulan Juni atau Juli, mungkin. Intinya baru punya anak beberapa bulan lalu.
- Pak Siswo, beliau menjadi MC di acara rapat penegasan kenaikan kelas 7 dan kelas 8, orangnya tak banyak tanya namun sepertinya ramah. Waka Humas. Pernah ke Cendana untuk takziah. Menjadi mentor Bu Vita karena Bu Kamad saat itu sakit.
- Ibu Ismi. Guru kelas riset kelas 7. Mapel IPA. Salah satu ciri-cirinya adalah memakai kacamata bulat. Ada tahi lalat di bawah hidungnya. Mengajar mapel IPA. Responsif. Saat saya meminta bahan berita eksplorasi geologi BRIN, beliau dengan cepat memberikannya lengkap dengan susunan acaranya.
- Pak Nang: Bapak-bapak yang sudah tua dan sebentar lagi akan pensiun. Beliau biasanya duduk di depan lobi kantor saat akan presensi pulang dan menanyakan apakah saya berhasil melakukan presensi atau tidak. Sosoknya membuatku merenung, kelak jika aku setua itu, apakah masih bisa mengajar? Sudah pensiun. Memberi oleh-oleh kenang-kenangan berupa selimut untuk pancal-pancalan.
- Ibu Fai: Siti Nurfaidah. Orangnya ramah, senang bercerita, percaya diri dan optimis. Berjalan dengan sedikit pincang, entah apakah karena kecelakaan atau karena apa. Saya tak enak hati akan bertanya. Absennya kadang eror menampilkan peta lokasi rumahnya padahal beliau sudah di sekolah. Sering dijemput, entah itu ojol atau ojek biasa langganannya.
- Pak Kholidun guru Matematika: Menggantungkan HP nya dengan tali gantungan di lehernya. Suami Bu Dina. Juara 1 Lomba Pembelajaran Mendalam. Sering dicandai Pak Rohis.
- Pak Supriyono: Pakai kacamata yang disolasi pinggirnya, beruban, serius mendengarkan pemateri, menginap di ruang pojokan depan masjid yang dulu dipakai sebagai ruang BK. Guru Bahasa Inggris. Mengantar anak yang tangannya patah bersama saya dan Pak Heru. Responsif dan sepertinya suka nyicil pekerjaan. Sangat akrab dengan siswa. Piket gerbang hari Selasa sama sepertiku dan beliau yang paling pertama piket. Aku yang kedua.
- Bu Ani, rumah asli di Ampelsari. Saya pernah takziah ke rumah Almarhumah ibunya di Kalipelus dengan naik sepeda motor. Bu Ani berkacamata. Punya pandangan orang-orang Ampelsari adalah SDM rendah dan tidak mengutamakan pendidikan. wiyata 15 tahun, ikut PNS pakai jalur khusus, berpandangan bahwa daerah Ampelsari SDM rendah karena banyak yang tidak kuliah dan bahkan SMA, mengkritisi pandangan masyarakat tentang berqurban yang sebenarnya boleh dilakukan berkali-kali. Sepertinya orangnya religius, duduk di bangku lobi membawa mukena dan setelah mengobrol singkat, melanjutkan aktivitasnya yaitu solat duha ke musola Metrobara.
- Retno Suwarsiki, S.Pd., Guru PJOK. Dapat informasi dari Sasti, alumni Metrobara bahwa beliau termasuk guru yang galak. Pernah menawariku gorengan bakwan, tempe, dan lain-lain. Memakai celana kulot dan jarang kulihat memakai rok. Sering sekali membawa makanan untuk sarapan para guru. Dan menawarkannya kepada semua orang termasuk aku.
- Bopo Hidayat, Bisa ngemsi pernikahan. Akrab dengan semua orang. Guru Agama. Punya kolam ikan bagus di rumahnya. Mungkin. Pernah menukar lakban hitam untuk karpet mushola yang salah ukuran ke RIA. Dengan saya.
- Bu Sonya, duduk di sebelah kanan meja Bu Vita. Tidak banyak informasi yang aku tahu.
- Bu Yani, meja nomor 2 sebelah kanan. menjadi koordinator tim akresitasi perpustakaan bidang inovasi dan kreativitas. Beliau berkacamata. Tak banyak info yang saya tahu.
- Heru Setiawan, guru olahraga. Di dalam angkot tak banyak bicara. Sepertinya beliau guru yang disukai murid-muridnya. Saya melihat sebuah kotak foto dirinya dan murid-muridnya di samping meja beliau. Beliau sesekali melemparkan candaan saat di dalam angkot.
- Fatma Nor Farida, kalau tidak salah. Beliau guru bahasa Inggris yang duduk di hadapan saya ketika naik angkot ke rumah Pak Nang. Orangnya suka ngomong, maksud saya ngobrol. Mungkin. Postur tubuhnya tambun dan mukanya segar. Kalau tak salah ingat, beliau adalah orang yang ikut pembukaan PPG bareng Pak Ibnu.
- Pak Supri, saya pernah mendengar beliau dipanggil Kiai. Beliau duduk di samping saya di dalam angkot yang membawa rombongan ke kediaman Pak Nang. Saat pulang, beliau duduk di pojokan angkot dan tertidur.
- Ibu Siti Fadilah, merupakan Ibu dari Pak Af'an. Duduk di pojokan angkot saat berangkat ke rumah Pak Nang untuk perpisahan. Kemungkinan besar mejanya di kantor tepat di depan Bu Dina. Suaranya khas dan mudah diingat.
- Pak Anto, memberikan pidato kesan pesan pada perpisahan Pak Nang. Pidato yang sangat baik beliau sampaikan terkait dedikasi Pak Nang selama menjadi guru di Metrobara. Beliau bahkan sempat menyanyi meski tak utuh. Posturnya tinggi besar dan orangnya tidak ragu-ragu.
- Bu Titik Srilestari, SE, guru PKN dari Jepara. Saat workshop pembuatan modul ajar, beliau duduk di sebelah grup guru bahasa Indonesia, sudah lama di Banjarnegara tapi logat ngapaknya belum juga terbentuk, saat ini duduk di samping kanan bangkunya Ibu Dina. Orangnya ramah dan murah senyum.
- Ibu Titin Almi, ketemu depan gerbang waktu absen pusaka masih susah. Duduk di sebelah Kanan Bu Anti. Orangnya ramah dan friendly, sepertinya. Pernah nanya foto Anjas di HP-saya, sayangnya tak ada foto Anjas di HP saya. Jadi, ya gak ada. Aku pernah mengendarai motornya ketika pulang kondangan di acara nikahan anaknya Ibu Pengawas, Ibu Nurlaeli.
- Bu Titin Indri, Guru Bahasa Inggris, yang duduk di baris paling depan sebelah pintu. Dekat dengan dispenser galon di samping pintu.
- Bu Yuli, guru yang duduk di pojok kanan paling depan, meja nomor dua setelah kulkas. Berangkat sangat gasik. Aku saja sampai kalah gasik. Beliau duduk di kantor guru menghadap ke selatan. Persisnya di pojok kanan paling depan.
- Pak Eko Rizki, jadi MC pada acara penguatan dan pembekalan CPNS dan PPPK. Tinggi dan berjanggut panjang. Operator RHK Ibu Kamad. Orangnya humoris dan gak garing humornya. Ya, lumayan menghibur.
Bu Erie, guru Bahasa Jawa, duduk di barisan kanan dari belakang adalah baris ke-4, menawarkan makan pada Pak Rohis saat Pak Rohis lewat di barisannya. Sempat tawar menawar RPP dengan Bu Vita, RPP bahasa Jawa kelas 7. Yang mengurus LKS. Sepertinya agak jutek orangnya. Tapi entahlah.
Pak Lasno, berjanggut tipis, duduk di belakang bu Titik saat memakai sepatu, mengajak kenalan saya langsung di parkiran, tampak religius. Dan memang religius. Beliau Hafidz Quran. Sepertinya punya ponpes atau munhkin pengurus ponpes. Entahlah.
Bu Febri Sadriana, beliau bendahara di jajaran staf TU yang dipimpin Pak Wahyu. Tak sering bersinggungan.
Bu Arba Finda Sejati. Namanya adalah menemukan sesuatu. Find a. Menemukan sesuatu. Bareng ikut pembinaan PPPK dan CPNS. Wajahnya cekung dan putih. Khas banget. Seperti, emm. Kayak pernah ketemua aja.
Bu Nirmala, hampir sama dengan Bu Sri. Agak sulit untuk membedakannya. Namanya adalah salah satu Rumah sakit di purbalingga. Aku pernah titip tugas ke beliau. Orangnya tambun. Easy going.
Bu Sri, hampir sama dengan Bu Nirmala. Agak susuah membedakannya. Beliau adalah dewi padi. Duduk di samping Bu Nirmala saat pembekalan CPNS dan PPPK.
Pak Furqon, Penjaga perpustakaan bareng dengan Bu Datim. Tinggi dan sepertinya pendiam orangnya. Akan menikah dengan salah satu guru di MTsN 2 Banjarnegara. Mungkin Bu Fitri.
Bu Datim, pakai kacamata, seperti Bu Ani PPKN di MAN 1 Banjarnegara, memanggilku Pak Ari, suaranya ramah dan ringan. Penjaga perpustakaan Baitul Hikmah. Ramah dan murah senyum orangnya.
Pak Mujjib, guru TIK. Beliau pernah bercerita punya istri lulusan pondok pesantren. Beliau dijodohkan oleh Pak Kiai di pondok pesantrennya. Istrinya mendaftar PPPK di sekolah yang tidak memiliki guru honorer agar tidak "mengambil rejeki orang lain". Sungguh pemikiran yang mulia. Beliau juga bercerita bahwa dirinya tidak pernah mendaftar seleksi CPNS sebab tidak mau mengambil kemungkinan meninggalkan orang tuanya jika harus ditempatkan di luar Banjarnegara. Satu kata yang paling aku ingat dari beliau adalah, "Meling-meling." 😅 Sepertinya punya dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
Ibu Rosdiana, pembina PMR yang juga guru Bahasa Indonesia, suaranya renyah khas guru bahasa, pembawaannya santai dan sepertinya bisa dekat dengan siswa terutama siswa perempuan. Sering terlihat mengambil foto kegiatan saat ada berbagai kegiatan. Bagian dari tim media. Sepertinya beliau juga seorang penulis LKS. Namanya ada di keterangan penulis LKS siswa kelas 7. Ya, sepertinya beliau guru yang cerdas.
Pak Yasin, guru akidah akhlak. Duduk di pojokan ruang guru tepat di samping pintu masuk kantor. Pernah jadi MC dengan saya di acara penguatan CPNS dan PPPK. Pak Yasin biasanya berada di ruang alat atau ruangnya Pak Hengky. Sepertinya beliau ini makelar mobil. Pernah tawar menawar mobilnya Bu Vita yang mau dijual ke salah satu orang di Kemenag Banjaenegara Pak Rofiko.
Bu Agung. Mengajar matematika. Aku pernah titip tugas ke beliau. Tapi beliau sedang cuti. Aku pernah membantu menyingkirkan motor yang menghalangi motornya untuk keluar dari parkiran. Tak banyak berinteraksi dengan beliau sehingga tak begitu tahu info apapun tentangnya.
Pak Hanis. Mengajar IPA. Saudaranya Pak Eko. Pernah mengalami kecelakaan sehingga tangan beliau tidak lurus. Beliau karakter guru yang peduli dengan siswanya dengan ketegasan yang mengarah ke galak. Senyumnya menandakan orang yang tulus. Pernah menggebuk siswa yang main-main saat pelaksanaan solat dzuhur dan solat Jumat berjamaah.
Bu Devana Intan Hanakau, guru seni budaya. Punya suara sangat bagus. Menjadi juara 1 dalam lomba menyanyi solo. Wajahnya oval panjang. Tadi pagi memakai seragam PGRI sepertinya akan melanjutkan lomba menyanyi di tingkat lebih tinggi. Benar-benar bertalenta. Orangnya tinggi dan langsing.
Pak Maryono, petugas kebersihan madrasah bagian gedung SBSN. Orangnya dari pandanganku kurang komunikatif. Tampilannya dari belakang seperti Pak Supriyono bahasa Arab. Pembawaannya santai dan kalem. Dibandingkan dengan Mbah Jo yang ceria dan suka bercanda, Pak Maryono cenderung lempeng dan kalem. Aku sering melihatnya sedang memgepel lantai dekat rak sepatu gedung SBSN di pagi hari. Tentu saja, itu memang pekerjaan beliau.
Bapak Hendi Irawan, seorang penghafal Quran, seorang Hafiz Quran. Kepercayaan dirinya sangat tinggi terlihat dari bagaimana caranya menjabat tangan orang-orang. Tidak ragu dan cenderung komunikatif. Aku lihat bagaimana dia menarik tangan Pak Yasin setelah berjabat tangan dan bicara dengannya. Ia mendahului orang-orang menjabat tangan, ini tak diragukan lagi adalah tanda kepercayaan diri.
Hj. Faizah Maryamah, S. Ag. Biasa dipanggil Bu Faizah. Bu Faizah ini dulu seorang kepala madrasah di MTs swasta di Banjarnegara. Pembawaannya tenang dan kalem khas kepala madrasah santai yang memegang kendali. Sosoknya mengingatkan aku pada kepala sekolah di tempat kerjaku dulu, tapi ini versi lebih baiknya. Rumahnya di Mandiraja. Cukup jauh. Dia lebih sering menunggu di madrasah sampai jam absen tiba daripada pulang ke rumah. Kalau rumahnya dekat, aku yakin beliau akan pulang dulu dan tak menunggu jam absen di madrasah. Ya, itu cuma penilaian pribadiku saja. Beliau sering bawa makanan ke madrasah dan dibagikan untuk guru-guru yang mau. Beliau duduk tepat di sebelah kananku di depan Pak Dayat.
Hari ini aku mengenal beberapa orang di MTs N 2 Banjarnegara:
