Langsung ke konten utama

Semua yang Kukenal, yang Terdekat Sampai yang Terjauh Bahkan Asing

Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Namun, tak semua orang harus kita kenal, kan? Kalau bisa mengenal semua orang dengan mendalam, itu akan sangat bagus. Sayangnya itu sangat tidak mungkin. Jadi, ini hanya sebuah pengingat: cara yang kupakai untuk lebih mengingat seseorang. Atau malah bahkan untuk melupakan seseorang. Membebaskan diriku sendiri dari keharusan mengingat seseorang. Tapi, bukankah kita memang tak harus mengingat seseorang? Baiklah. Kita mulai saja. Aku akan mengelompokkan orang-orang yang kukenal kedalam beberapa lingkaran. Lingkaran pertama adalah lingkaran pengaruh. Ini adalah orang-orang yang bisa kupengaruhi secara aktif. Meliputi orang-orang paling dekat denganku. Lingkaran kedua adalah lingkaran kenal saja dan masih sering berinteraksi. Lingkaran ketiga adalah lingkaran terluar yang berisi orang-orang yang mungkin hanya akan bertemu denganku beberapa kali dalam seumur hidupku. 

Lingkaran Pertama
  • Lingkaran pertama tentu keluargaku. Aku akan memulainya dengan istriku. Namanya Anjas Saraswati. Dia lahir di Wonosobo, 13 Agustus 1997. Aku bertemu dengannya di salah satu sekolah swasta di Banjarnegara. Kami memutuskan menikah setelah kenal kurang lebih satu tahun lamanya. Kini kami telah dikaruniai dua orang putra yaitu, Nabil Zain An Nafis dan Nabila Zayra Al Karim. 

Lingkaran Kedua

Lingkatan Ketiga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...