Langsung ke konten utama

Evaluasi Diri Sebagai Wali Kelas


Rabu, 22 April 2026

Pagi ini langit mendung. Aku kendarai motorku pelan sambil memikirkan banyak hal. Beginilah keseharianku di pagi hari. Kalau tak ada yang aku pikirkan sama sekali semuanya akan sangat monoton. 

Terkadang, sambil berkendara aku memikirkan hal-hal yang bisa kusyukuri. Ini membuatku tenang. Kadang, aku memikirkan hal-hal yang kulihat di jalan seperti pepohonan atau bangunan tertentu. Pohon-pohon apa yang paling sering muncul dan bagaimana pohon-pohon itu memancarkan suatu keteduhan yang melankolis. Kadang, aku memikirkan orang-orang dengan aktivitasnya masing-masing. Semua orang punya pertarungannya masing-masing. Everyone is fighting. Semua orang punya pertarungannya masing-masing. Semua orang punya apa yang mereka perjuangkan. Seorang ayah yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Seorang pedagang yang menjajakan dagangannya. Petugas kebersihan yang berjibaku dengan sapunya. Dan, banyak lagi. 

Aku jadi bersyukur menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa dan aku sama seperti mereka yang juga berjuang. Maka, kini saatnya aku kembali bertarung dengan masalahku di kelas. Aku memulai kelas dengan cukup santai. Aku tahu apa yang akan aku lakukan di kelas sehingga aku menjadi cukup santai di sana. Aku mengajarkan tentang surat pribadi. Hari ini cukup memuaskan buatku. 

Aku sudah mengevaluasi soal pengajaran dan kesimpulannya adalah untuk bisa menguasai kelas dengan optimal, salah satu syaratnya adalah mengenal seluruh siswa. Minimal mengenal nama-nama mereka. Aku lumayan baik di kelas 7. Tapi cukup gagal di kelas 9. Tapi, kali ini aku tak akan membahas soal pengajaran. Yang akan aku evaluasi hari ini adalah peranku sebagai wali kelas dan apa saja yang bisa kuperbaiki dari kejadian hari ini. 

Hari ini, orang tua Faizah datang ke madrasah untuk membahas kelanjutan nasib Faizah di MTs N 2 Banjarnegara. Hal yang pertama kami bahas adalah permasalahan kaos kelas. Bagian kesalahanku adalah kurang perhatian ke kelasku. Rencana pembuatan kaos kelas sebenarnya sudah lama dibicarakan di kelas 7G. Tapi, aku terlalu abai dan tahu-tahu ada wali murid yang menghubungiku untuk meminta keringanan pembayaran koas. Harusnya sedari awal aku berikan pendampingan yang memadai. Misalnya, meminta siswa melaporkan detail perkembangan diskusi mereka perihal kaos kelas. Aku juga bisa mengharuskan mereka meminta persetujuanku lebih dulu sebelum memutuskan suatu hal. Intinya adalah: lebih peduli dan kumpulkan sebanyak mungkin informasi dari kelas yang aku pimpin. Dari sini, tahun depan jika aku ditunjuk menjadi wali kelas, aku akan membuat buku jurnal wali kelas. Ini jurnalku sendiri. Ini perlu aku konsep dengan baik agar aku bisa menjadi wali kelas yang lebih baik. 

Saat ini, dari informasi yang kuperoleh dari Syifa, uang kaos yang sudah terkumpul sekitar Rp 1.610.000 yang semuanya menurut kesaksian Faizah telah ditransfer ke rekening pembuat kaos. Namun, sampai saat ini tak ada kejelasan apakah kaos kelas sudah jadi atau belum. Ada kecurigaan bahwa uang kaos kelas itu tidak benar-benar ditransfer ke pembuat kaos, melainkan digunakan secara pribadi oleh Faizah. Namun, kecurigaan ini tentu tak bisa dibuktikan. Satu-satunnya yang bisa dilakukan adalah meminta Faizah untuk mempertanggungjawabkannya baik karena kesalahannya, maupun karena kesalahan pembuat kaos. 

Kami memanggil orang tua Faizah sebenarnya lebih untuk membicarakan gosip yang beredar di tengah anak-anak, yaitu bahwa Faizah hamil. Pihak madrasah menghendaki agar Faizah membantah gosip tersebut dengan kedatangannya ke madrasah. Pihak madrasah memberi kesempatan kepada Faizah hingga hari Senin. Jika Senin tidak kunjung berangkat, maka pihak sekolah menganggapnya sebagai bentuk pengunduran diri Faizah dari madrasah. 

Hal-hal yang kupelajari hari ini:

1. Informasi sangat penting, terutama informasi yang tepat dalam kondisi yang tepat. Maka, perlu rajin cek kondisi kelas agar tetap update informasi kelas. Segera lakukan penanganan apabila ada siswa yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Maka, mengetahui nomor yang bisa dihubungi baik siswa maupun wali murid sangat penting untuk dilakukan di awal pengenalan kelas.

2. Perhatian yang cukup ke kelas. Perhatian yang cukup ke kelas membuat anak-anak akan lebih nyaman mengomunikasikan hal-hal yang perlu dikomunikasikan dengan wali kelas. Perhatian yang cukup misalnya dalam setiap kegiatan, cek perkembangan siswa menjadi hal yang wajib. 

3. Konsistensi dalam kedisiplinan. Ini tak hanya sebagai wali kelas. Sebagai guru pun demikian halnya. 

4. Jangan grasa-grusu. Jadilah tenang dan tetap menguasai keadaan. 

Selain itu, aku juga belajar bagaimana cara menghadapi konflik atau permasalahan dengan orang lain. Kejelasan informasi tetap menjadi hal paling penting dalam sebuah pengambilan keputusan atau pemecahan masalah. 

Aku sadar betul kalau sebenarnya aku lemah sekali dalam hal unggah-ungguh menghadapi orang lain secara formal. Seperti ketika kunjungan ke rumah wali murid. Bagaimana memulainya, bagaimana mengakhirinya, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, aku masih perlu belajar dan belajaar lagi. Dan terus.

Aku akan melanjutkan sisa waktuku dengan membuat jurnal wali kelas. Ya, sebaiknya begitu. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...