- Ardhan Firdaus. Nama panggilannya Ardhan. Saat aku menawarkan jabatan ketua kelas ke semua siswa di kelas 7G, Ardhan dengan sedikit ragu mengajukan dirinya. Tidak ada yang mengajukan diri selain dia. Saat itulah dia kuresmikan menjadi ketua kelas 7G. Kesan awal yang aku dapat darinya, dia suka berorganisasi. Tapi, mungkin aku keliru. Dia punya bakat di bidang pantomim. Ciri fisiknya: tidak terlalu tinggi, warna kulit putih, bentuk muka original dengan rambut lurus.
- Qonita Ardelia. Nama panggilannya Qonita. Saya mudah mengingat wajahnya, sebab dia duduk tepat di depan meja guru. Wajahnya bulat dan senyumnya manis. Kalau tidak salah, dia salah satu siswa yang mendapat peringkat satu saat kelas 6. Cukup pendiam.
- Nerissa Atha Arviana. Biasa dipanggil Atha. Dia duduk di sebelah Qonita Ardelia. Anaknya pendiam. Wajahnya bulat dan kalem. Absennya juga.
- Vita Nur Ainun Nisa. Saya ingat nama panggilannya Vita karena sama dengan nama panggilan adik perempuan saya. Vita duduk di bangku baris pertama banjar kedua. Posturnya cukup tinggi untuk ukuran perempuan. Badannya lumayan gemuk.
- Ananda Dewi Zaskia. Nama panggilannya Nanda. Saya mudah mengingatnya karena status WhatsAppnya sering muncul di ponsel saya. Wajahnya cenderung oval orientalis. Sepertinya dia menjadi bucin seorang remaja muda yang suka main musik.
- Satrio Prio Pambudi. Nama panggilannya Rio. Saya mudah mengingatnya karena pada awal masuk, orang tua Ardhan sempat minta anaknya pindah kelas karena tak mau anaknya satu kelas dengan Rio. Tampang dan lagak Rio memang seperti preman. Sedikit menunjukkan sok jagoan. Tapi, menurutku masih dalam batas wajar anak remaja.
- Mikhayla Shifwa Tsabita. Biasa dipanggil Bita. Yang mudah diingat dari Bita adalah mukanya yang oval panjang cenderung tirus dan agak berjerawat. Perawakan tubuhnya kecil ramping. Tangannya juga sangat ramping. Sosoknya mengingatkan saya pada Muflifah, teman saya semasa SMA; kecil ramping dan sedikit pendiam.
Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...
Komentar
Posting Komentar