Langsung ke konten utama

Postingan

Apakah Ini Senin yang Berat?

Senin, 09 Februari 2026 Pagi mendung. Aku berangkat kerja dalam perasaan berat. Berat meninggalkan istri dan anak. Ah, entahlah. Rasanya ada sebentuk perasaan yang mengganjal sampai membuat aku tidak semangat. Tapi, lantas aku mengingat istriku dan anakku. Rasanya, ada perasaan tidak lega yang terus-terusan mengganjal dalam hatiku. Kadang, aku merasa sangat lemah karena tak mampu membuat diriku sendiri merasa senang. Aku merasa bersalah kepada diriku sendiri karena tak memberikan perhatianku kepada istri dan anakku. Aku terus menyalahkan diriku sendiri. Apakah ini? Apakah perasaan ini? Ada rasa hampa yang membuatku merasa apa yang kulakukan tidak menghasilkan apapun. Apakah ini tanda bahwa sebenarnya aku membutuhkan validasi dari orang lain? Aku ingin menjerit sekencang-kencangnya untuk membuatku merasa lega .  Hari ini aku ikut upacara. Saat mengheningkan cipta, tiba-tiba keseimbanganku sedikit hilang. Ini sering terjadi saat aku berdiri dengan fokus yang cukup tinggi. Aku telah l...

Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan

"Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?" Mungkin pertanyaan itu sangat layak kamu ajukan ke dirimu sendiri. Di tengah banyaknya orang-orang di negerimu yang masih menganggur, kamu dapat pekerjaan yang sungguh diinginkan banyak orang. Kamu lolos sebagai CPNS dan sedang menunggu menjadi PNS. Lihatlah Joni, adik iparmu, yang sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan tetap. Dia sudah punya satu anak dan sebentar lagi masuk usia sekolah. Tapi, dia masih menganggur. Kamu menemukan pembanding yang sangat dekat dan masih saja mengeluhkan pekerjaanmu saat ini. Bahkan, kamu berpikir untuk mencari pekerjaan lain yang menurutmu sangat kamu idam-idamkan, yaitu menjadi petani. Apakah kamu gila?  Maka, satu pertanyaan sekali lagi perlu dilemparkan kepadamu, "Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?"  Kamu terus-menerus digerogoti pikiran-pikiran buruk tentang pekerjaanmu. Kamu tahu pikiranmu berbahaya. Tapi kamu membiarkannya tumbuh liar dan semakin liar. Agaknya, kamu per...

Takziah Ke Gribig

Selasa, 13 Januari 2026 Aku ikut takziah ke Gribig. Orang tua siswa kelas 9C ada yang meninggal dunia. Anak-anak naik angkot hijau. Dua angkot siap berangkat. Kami berangkat santai. Sepanjang perjalanan pepohonan durian berdiri tegak di pinggir jalan di kejauhan. Sebagian berbuah dan sebagian lainnya tidak. Rumah yang kukunjungi berada di tempat yang sangat sederhana tapi membuatku bernostalgia pada masa-masa kecilku. Kesederhanaan dan ketenangan. Udara yang dingin dan suasana tenang khas pedesaan sangat terasa di sekitar rumah itu. Pohon durian yang tumbuh berdesakan dengan pohon-pohin lain. Buahnya menggelantung sebesar bola sepak. Tembok yang retak. Jalan setapak depan rumah adalah batu-batu yang ditata rapi tanpa tertutup semen atau aspal. Tanah yang becek. Jalanan yang menanjak dan licin ditumbuhi lumut. Rumah-rumah berdiri tanpa pagar tanpa sekat antar tetangga. Di sana kesederhanaan mencuatkan perasaan syahdu yang entah mengapa sedikit mendamaikan pikiran namun juga menimbulkan ...

Catatan Singkat

Rabu, 04 Februari 2026 Hari ini, aku bangun sangat pagi. Rencananya, aku akan bangun pukul 04.00, namun pukul 02.45 aku terbangun karena kebelet pipis. Aku merencanakan pbelajaran untuk kelas 7J dengan materi teks tanggapan. Aku mulai membaca buku dan LKS, mencari bentuk pembelajaran yang pas untuk kelas 7J dengan total waktu jam pelajaran 3 JP. Setelah pukul 04.00 aku berhenti membuat perencanaan pembelajaran dan kemudian menunaikan solat subuh berjamaah di masjid baiturrohmah. Pagi ini gerimis. Aku menadahkan kepalaku ke langit untuk merasakan rintik hujan ke wajahku.  Tubuhku terasa sangat lelah dan capek. Padahal, aku baru saja makan MBG dengan menu sayap ayam. Mengajar benar-benar menyedot tenagaku.

Hari yang Memuaskan

Jumat, 16 Januari 2026 Ini adalah hari yang cukup memuaskan buatku. Aku menghabiskan waktu pagiku bermain bersama Nabil di atap rumah. Nabil sangat antusias kuajak bermain di atap rumah. Dia bahkan mendahuluiku naik tangga di samping TV yang menuju ke atap rumah. Dia tidak takut lagi naik ke genteng rumah, lalu main perosotan di sana. Ada air menggenangi talang di antara pertemuan ujung genting rumah kami dan rumah tetangga. Nabil main air itu. Dengan tangannya yang mungil, dia mengalirkan air itu ke lubang buangan. Dia tertawa sambil bilang mili mili mili. Dia paham kosakata banyu dan air sekaligus. Ya, aku akan terus mengajarkan banyak kosakata bahasa Indonesia sementara Ibunya atau Mbahnya mengajarkan kosakata bahasa Jawa. Aku menyiramkan air di jerigen yang kukumpulkan dari air hujan untuk pelicin genting agar Nabil bisa main perosotan di sana. Setelah puas main perosotan, Nabil kuajak main arang sisa kami nyate di malam tahun baru. Aku mengajarinya mencoret-coret tembok dengan ara...

Main Bola

Kondisi madrasah saat gerimis Sabtu, 10 Januari 2026  Aku berangkat dari rumah dengan perasaan sedikit was-was. Pasalnya, aku memakai baju seragam MGMP sementara dalam jadwal seragam MTs adalah kemeja biru elektrik. Aku cemas kalau-kalau sebenarnya yang ikut workshop hanya perwakilan saja. Tapi, kecemasan itu ternyata sangat berlebihan. Aku cemas karena aku tak punya cukup informasi atau barangkali memang karena aku kurang yakin dengan informasi yang kudapat tanpa mau mengonfirmasi sampai sejelas-jelasnya. Apakah ini karena aku takut dianggap bodoh? Ya, mungkin seperti itu. Aku masih takut dianggap bodoh oleh orang lain. Validasi. Masihkah butuh validasi?  Melamun. Mengangankan entah apa. Lalu lalang dan suara seperti lebah. Kacamata di atas meja. MGMP hampir dimulai. Acara kali ini MGMP bahasa Indonesia untuk bedah SKL TKA dilaksanakan di Perpustakaan Baitul Hikmah. Aku naik ke perpustakaan melewati tangga motivasi. Aku duduk di lobi perpustakaan. Udara terasa sedikit hangat ...

Minggu yang Seperti Biasanya

Ini koran yang kubeli untuk pembelajaran bahasa Indonesia. Namun, sayang sekali yang datang koran berbahasa Korea.  Minggu, 11 Januari 2026  Rencanaku hari Minggu ini adalah renang dengan Nabil. Tapi, pagi hari hujan sudah turun dengan deras. Rencana itu kandas begitu saja. Sekitar pukul 08.00 cuaca sedikit membaik, tapi udara terasa cukup dingin. Kami mengubah rencana, yang tadinya akan berenang kami berencana untuk datang ke car free day. Namun, hujan kembali turun tak lama kemudian. Nabil sarapan lalu mandi. Kami mengubah rencana lagi untuk berenang di sore hari. Namun, rupanya minggu ini kami tidak ditakdirkan untuk ke mana-mana. Hujan kembali turun di sore hari. Kami gagal renang Minggu ini.  Karena rencana ke alun-alun maupun renang gagal, alhasil kami hanya di rumah seharian. Bahkan, setelah sarapan sekitar jam 9, kami tidur hingga mendekati waktu dzuhur. Setelah bangun, cuaca masih mendung dan sesekali bahkan gerimis hingga deras. Aku bermain dengan Nabil hanya di...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...

Januari yang Panjang

Kamis, 29 Januari 2026 Januari ini terasa panjang. Mungkin, karena uang tukin sudah dibayarkan pada Desember lalu. Bisa pula karena Januari memang panjang. Libur di dalamnya sedikit. Jumlah harinya sampai 31. Ya, Januari seperti Senin. Panjang dan melelahkan.  Kamis ini, aku mengawali hari dengan bangun pagi dan mandi cepat. Aku solat subuh berjamaah dengan badan segar meski pikiranku penuh dengan angan-angan. Aku mengangankan pekerjaan yang nyaman meski aku tahu semua pekerjaan mungkin akan membuatmu tidak nyaman. Pekerjaan apa, sih, yang nyaman itu? Udara pagi terasa dingin di kulit. Masih ada bintang di langit pagi ini. Aku dengan pikiranku yang beraneka ragam menghabiskan pagi yang sejuk. Aku berhenti dekat gang masuk rumahku setelah solat subuh. Udara pagi menyambutku. Segar rasanya. Aku kemudian berjalan pulang dan berhenti di depan rumah. Aku berdiri di jalan kecil depan rumah. Tanaman anggur sudah semakin panjang sulurnya. Pikiranku masih terus sumpek dengan pekerjaanku. Ap...

Tentang Mencoba

Sabtu, 24 Januari 2025 Aku sedang berada di rumah ibuku di Pucungsari. Angin sangat kencang bertiup merontokkan daun-daun. Kami di sini menyebut musim angin seperti ini dengan nama grobogan. Saat musim seperti ini, dahulu kala, ketika masih kecil, aku sering pergi ke kebun mencari buah-buahan yang jatuh atau ranting kering untuk kayu bakar. Aku mencoba membantu orang tuaku dengan mengumpulkan kayu bakar dari kebun-kebun warga. Di sini, kebun warga yang kumaksud masih seperti hutan. Ada banyak jenis pohon yang ditanam warga. Kebun mereka tidak monokultur seperti kebun-kebun modern. Ketika musim angin seperti ini, biasanya banyak pohon-pohon yang tumbang atau ranting-ranting kering yang berjatuhan. Aku dan teman-teman mengumpukannya untuk dijadikan kayu bakar. Kami menjelajah kebun-kebun warga, mencoba mencari apa saja yang bisa kami kumpulkan, dari jamur, kelapa kering, durian, melinjo, kopi, kayu dan apa saja yang menurut aturan tak tertulis boleh diambil. Kami anak-anak. Kami mencoba ...

Berkesadaran Bukan Reaktif

  Kamis, 22 Januari 2026 Apa yang kumaksud dengan berkesadaran dan bukan reaktif adalah bahwa apa yang kamu lakukan harus kamu pikirkan lebih dulu. Seperti hari ini, saat kamu memutuskan untuk ngegas di kelas 9E. Kadang ngegas seperti itu diperlukan jika dengan kelembutan tidak bisa mengondusifkan kelas. Kamu sudah memikirkannya dan artinya kamu tidak reaktif. Kamu memang perlu punya kemampuan seperti itu. Bukan untuk gaya-gayaan atau hal lainnya. Tapi untuk memastikan tidak ada hak yang dilanggar dalam kelas. Hak untuk belajar dengan tenang. Tapi, kontradiktif juga. Tapi, ya, sudahlah. Mau bagaimana lagi. Saat ini, kamu belum nemu cara yang tepat. Kamu harus terus mencari cara yang tepat untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang baik. Dan, begitulah seharusnya seorang guru. Belajar adalah tugas pasti seorang guru. Mencoba mencari cara terbaik untuk mendidik anak adalah tugas seorang guru. 

Prediksi Nabil Benar

Senin, 19 Januari 2026 Setiap  kali Nabil ditanya apakah dedek bayi di perut ibunya cowok atau cewek, dia selalu menjawab cewek. Ternyata dia benar. Senin ini kami memeriksakan kandungan di Klinik Haryata dan hasil USG menyatakan bahwa janin dalam kandungan istriku berjenis kelamin perempuan. Sesuai dengan prediksi Nabil.  Kami mengantri cukup lama. Kami dapat antrian nomor 5. Aku merasa sangat lelah saat menunggu antrian ini dan mata rasanya ingin terpejam saja. Di luar hujan deras menambah rasa ingin tidur dan melepas lelah. Aku tahu ini sudah resiko menjadi seorang pegawai. Meski lelah, aku lega bisa mengetahui bahwa janin dalam kandungan istriku tumbuh dengan baik. Detak jantung, berat badan, dan kelengkapan anggota tubuhnya baik, kata dokter yang memeriksa kandungan istriku. Ini membuatku merasa tenang dan senang tentu saja. Apalagi, kali ini janin itu perempuan dan terasa lengkap rumah tanggaku. Terima kasih, Tuhan.  Bobot janin di kandungan istriku sekitar 2,2 kg. ...

Minggu yang Santai

Minggu adalah hari yang paling aku tunggu-tunggu. Aku menghabiskan enam hari kerja yang melelahkan sehingga Minggu seperti jeda yang sedikit menyembuhkanku dari luka mental akibat beban kerja. Menunggunya terasa sangat lama, tapi menghabiskannya terasa begitu cepat. Saat hari-hari lain kuakhiri dengan desahan lega, "Akhirnya selesai juga." Minggu kuakhiri dengan, "Besok sudah Senin lagi." Ya, begitulah.  Minggu ini tak banyak yang kulakukan di rumah. Aku bangun pagi seperti biasa, merapikan kamar, menyapu lantai, lalu duduk-duduk bersantai sambil menonton video-video di Youtube. Aku tidak mau Minggu ini kulewati begitu saja tanpa ada sesuatu yang bermakna. Jadi, kuputuskan untuk melakukan sedikit kesenangan.  Pertama, aku ajak Nabil jalan-jalan pagi. Rutenya adalah ke arah timur menuju jalan setapak depan Rumah Pak Warno, turun ke jalan setapak di sepanjang pinggiran kolam ikan, lalu naik tembus ke jalan depan rumah Dito. Dari sana, aku dan Nabil terus ke timur meli...

Mengarsip Kenangan

Sabtu, 17 Januari 2026 Sabtu ini, yang kulakukan di sekolah adalah membuat laporan SKP yang akan kuunggah di web absensi.kemenag.go.id. Di madrasah, kami mengadakan lomba solat duha berjamaah dengan peserta adalah setiap siswa di semua kelas. Kelasku maju urutan ke-4. Setelah itu, waktuku kosong cukup lama. Hari ini adalah hari yang santai. Aku mengunggah catatan-catatan harianku ke website. Suatu saat nanti, aku ingin membacanya kembali saat mungkin aku sudah tua. Ya, begitulah. 

Hari yang Sibuk

Jumat, 09 Januari 2026 Jumat, meskipun hari yang sibuk, aku cukup menyukainya. Aku memulai hari dengan mengajar di kelas 7H, berdiskusi dengan chatGPT tentang ide kokurikuler, piket MBG, dan mengajar di kelas 7G. Setelah itu, aku pulang, solat Jumat, lantas rebahan dan sesekali bermain dengan Nabil. Bu Lilli datang untuk mengambil minyak goreng pesanannya.  Saat sore, aku menyempatkan diri membuat jemuran dengan memanfaatkan bekas jemuran yang dulu pernah rusak. Aku mengaitkan tali ke ujung besi sehingga jemuran yang dulu rusak sekarang bisa dipakai kembali. Aku mandi dan menjalani sore seperti biasa hingga azan maghrib berkumandang. Aku menunaikan solat maghrib. Setelah itu, aku pergi ke Pucungsari untuk mengambil masakan uceng buatan ibuku. Tapi sayang, saat aku sampai di sana sudah habis karena sudah diberikan ke tetangga. Ibuku mengira aku tidak datang mengambilnya makanya dia berikan ke tetangga. Aku pulang membawa daun so dan sayur pare yang belum dimasak hasil kebun kecil di...

Pola yang Terulang

Kamis, 08 Januari 2026 Nabil makan kebab Berangkat bareng istri Hari ini aku mengajar di kelas 7I mengajar dengan puas memberi hadiah kepada siswa berdonasi makan MBG ikut rapat kokurikuler dapat tugas baru rasa bingung mau ngapain membuka laptop dan mematikannya lagi sebelum sempat menggunakan Tak jadi mengerjakan LKH dan LKB menunggu jam TKA perut yang sedikit lapar gelas yang kosong Perasaan yang membaik mau makan tapi tanggung lapar itu berbahaya SKP yang belum jelas juntrungannya Teringat yasinan Yasinan di rumah Bapak Had Ada anak seumuran Nabil Membahas Khataman tahlilan  Menonton YouTube sampai malam Sebuah pola yang terulang lagi Penyesalan Kita semua hidup dalam penyesalan, kan?  Apakah tidak ada yang sepenuhnya hidup tanpa penyesalan?