Apakah hidup seperti perjalanan? Perjalanan seperti apa? Jika hidup adalah sebuah perjalanan, maka apa yang paling penting dalam sebuah perjalanan? Memikirkan orang lain? Apakah penting? Memikirkan apa yang sudah kamu lakukan? Memikirkan medan juang yang sedang kamu hadapi? Memikirkan tentang Tuhan? Apa yang sebaiknya kita pikirkan? Pikirkan? Rumuskan? Uji coba! Pikirkan ulang? Rumuskan ulang. Begitu terus sampai ketemu titik. Sampai kamu tahu bahwa kamu sudah berkembang. Pikirkan tentang pemikiranmu juga.
Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...
Komentar
Posting Komentar