Langsung ke konten utama

Di Halaman Rumah

Bendera yang berkibar. Matahari sore dan kemilau daun-daun yang terkena cahaya kuning. Cicit anak ayam. Tekukur di kejauhan. Hari kemarin sudah hilang. Hari ini pun akan sama juga. Sebuah anime tentang ingatan. Mungkin, kalau kau sudah tua nanti, hanya ingatan yang kau punya. Itu pun jika kau punya. Kenapa tak membuatnya saja, kenangan itu? Sapu lidi.

Ingatan akan sebuah cahaya keemasan di langit sore, langit sebelum malam di salah satu sekolah di Dawuhan. Ingatan tentang kesyahduan gambaran hujan dekat lampu jalan, yang sebagian daerah pandanganmu sudah gelap. Garis-garis hujan yang seperti ribuan jarum tertata lurus itu.

Sekarang. Lagu yang dinyanyikan televisi, yang tentu kalah dengan lagu yang dinyanyikan langsung oleh seseorang. Kemampuan menikmati momen yang hilang pada dirimu. Apakah kamu masih belajar? Apakah saat ini kamu masih belajar? Handuk yang tergeletak di kasur. Sarung yang tak dipakai dengan semestinya dan sajadah yang sudah tergelar namun hanya kau duduki saja. Ada juga rengekan anak-anak tentang merias kelas. Apa-apaan ini. Ini membuatmu mengantuk dan kamu belum juga membuka pintu untuk keluar.

Biarlah. Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apakah kamu masih bisa menikmati duniamu? Anakanak bermain game di halaman rumah. Anak yang lebihkecil dengan sandal yang bercit-cit melangkah riang di jalan depan rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...