Langsung ke konten utama

Takziah Ke Gribig

Selasa, 13 Januari 2026

Aku ikut takziah ke Gribig. Orang tua siswa kelas 9C ada yang meninggal dunia. Anak-anak naik angkot hijau. Dua angkot siap berangkat. Kami berangkat santai. Sepanjang perjalanan pepohonan durian berdiri tegak di pinggir jalan di kejauhan. Sebagian berbuah dan sebagian lainnya tidak. Rumah yang kukunjungi berada di tempat yang sangat sederhana tapi membuatku bernostalgia pada masa-masa kecilku. Kesederhanaan dan ketenangan. Udara yang dingin dan suasana tenang khas pedesaan sangat terasa di sekitar rumah itu. Pohon durian yang tumbuh berdesakan dengan pohon-pohin lain. Buahnya menggelantung sebesar bola sepak. Tembok yang retak. Jalan setapak depan rumah adalah batu-batu yang ditata rapi tanpa tertutup semen atau aspal. Tanah yang becek. Jalanan yang menanjak dan licin ditumbuhi lumut. Rumah-rumah berdiri tanpa pagar tanpa sekat antar tetangga. Di sana kesederhanaan mencuatkan perasaan syahdu yang entah mengapa sedikit mendamaikan pikiran namun juga menimbulkan satu perasaan sedih yang entah datang dari mana. Dari perjalanan ini, aku menangkap satu kesedihan yang mengambang. Aku membawanya untuk melihat diriku sendiri dan betapa beruntungnya aku. Sampai aku menikah dan punya anak, kedua orang tuaku masih sehat dan bisa beraktivitas dengan baik. Betapa banyak di luar sana, siswa-siswaku yang bahkan di usia sekolah sudah kehilangan ayah dan ibunya. Ada yang kehilangan mereka karena perceraian, kematian, bahkan hilang entah ke mana. Semua ini lebih kudalami karena sekarang aku punya anak. Aku tidak bisa membayangkan dia harus tumbuh dan berkembang tanpa dukungan dariku. Dulu, aku mengira mati itu akan sangat mendamaikan. Tapi, entah mengapa sekarang aku takut. Bukan pada kematian itu sendiri, tapi pada penderitaan yang mungkin akan dialami anakku. Meskipun aku yakin bahwa dia akan sangat mampu menjalani hidupnya tanpa diriku, tapi entah mengapa aku tak ingin dia mengalaminya. Perjalanan ini membuatku harus terus meningkatkan kesyukuran. Harus terus berusaha memberikan yang terbaik untuk diri, keluarga, dan untuk orang-orang yang menjadi tanggunganku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...