Langsung ke konten utama

Rencana Masa Depan

Hidup itu singkat. Begitu kata orang-orang. Tapi, di hidup yang singkat ini, begitu banyak orang-orang yang menggilai masa depan. Mereka tidak hidup untuk hari ini, mereka hidup untuk masa depan. Mereka membuat rencana-rencana. Dari rencana jangka pendek hingga rencana jangka panjang. Mereka mengkhawatirkan masa depan dan cenderung melupakan masa kini. Kamu juga sama saja. Sibuk mengkhawatirkan masa depan. Membuat rencana-rencana yang kadang menyulut pengharapan. Padahal, pengharapan inilah yang kerap mengundang kekecewaan. Tapi, bagaimana mungkin seorang akan membuang harapan? Bagaimana bisa seorang hidup jika ia tak mengharapkan apa-apa? Apakah hal itu mungkin? 

Kamu sama saja seperti orang lain. Kamu juga membuat rencana-rencana. Tapi, kukatakan bahwa hal itu tidaklah mengapa. Apa salahnya membuat rencana. Orang yang gagal membuat rencana, sesungguhnyalah merencanakan untuk gagal. Ya, ada pepatah seperti itu. Lalu apa yang akan kamu rencanakan. Apa yang kamu harapkan. 


Kamu harus membuat rencana berdasarkan peran-peranmu saat ini. Dengan kata lain, peran-peran paling besar dalam hidupmu adalah prioritas utamamu dalam membuat perencanaan. Pertama, peranmu sebagai kepala keluarga. Kamu perlu membuat rencana berdasarkan harapanmu atas keluarga yang kamu pimpin. Aku tahu. Harapanmu tentu saja adalah memiliki keluarga yang bahagia. Untuk sampai di sana, tentu kamu harus mampu memenuhi kebutuhan dasar semua anggota keluargamu. Kebutuhan dasar itu berupa makanan, sandang, dan papan. Itu kebutuhan secara fisik. Secara mental, kamu juga perlu mencukupi kebutuhan mereka akan kasih sayang, perhatian, dan pengakuan. Rencana-rencana yang mungkin kamu prioritaskan adalah rencana finansial, rencana pendidikan anak, dan rencana pengayaan mental. 


Rencana finansial meliputi rencana pembangunan rumah atau paling tidak renovasi rumah. Rencana pembebasan finansial dengan berbagai cara. Rencana pendidikan anak dengan menabung secara rutin setiap pendapatan insidental yang kamu peroleh. 


Rencana pengayaan mental meliputi pengembangan diri dan keluarga. Pengembangan secara keilmuan maupun secara kedewasaan adalah salah satu yang terpenting. 


Begitulah. Kita memang perlu membuat rencana-rencana. Namun, semua itu hanya akan menjadi rencana tanpa adanya tindakan yang nyata. Tindakan yang nyata memerlukan kesadaran bahwa saat ini atau sekarang adalah modal paling penting. Kabar baiknya, semua orang punya saat ini. Saat ini kuga kamu bisa bermain dengan anakmu. Saay ini juga kamu bisa berusaha mengatur kondisi finansialmu. Saat ini juga kamu bisa memutuskan untuk belajar atau bermalas-malasan. 


Kamu perlu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Kamu perlu mencari lagi nilai-nilai yang perlu kamu hidupi. Begitulah. Pemanfaatan waktu yang paling baik barangkali adalah upaya penemuan apa yang paling penting bagi hidup kita. Sebab kita hanya hidup sekali saja. Hal-hal besar yang paling prioritas akan lenyap tak tergapai jika kita begitu mengejar hal-hal kecil. Maka, temukan apa yang paling penting buatmu dan fokuskan semua sumber daya yang kamu miliki untuk hal-hal itu. 


Kembalilah untuk fokus menggapai hal-hal yang ada pada kendalimu. Lepaskan apa yang tak bisa kamu kendalikan. Dalam artian, tak perlu terlalu risau dengan hal-hal yang ada di luar kendalimu. Kalau kamu terus fokus pada hal-hal dalam kendalimu, maka lingkaran kendalimu akan semakin membesar. Begitulah. Ya, mungkin begitu jadinya. 


Hari ini, penuhilah kewajiban-kewajibanmu. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Hiduplah hari ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya, Kamu itu Tidak Penting, Maka Jangan Sok Penting!

Sabtu, 04 April 2026 Aku ingin kembali menulis tentang apa saja yang kualami. Hari ini, setelah kemarin libur Wafat Isa Aal Masih, aku kembali harus menjalankan tugasku sebagai seorang ASN. Seperti biasa, aku berangkat pagi. Kali ini rasanya lebih ringan dari hari-hari lain sebelumnya. Aku bahkan berangkat lebih pagi beberapa menit dari biasanya. Aku tidak memakai kacamata saat perjalanan ke madrasah. Aku sampai di madrasah dan presensi muka serta presensi di aplikasi pusaka. Acaraku hari ini adalah mengikuti istighosah di lapangan indoor untuk mendoakan siswa kelas IX yang akan mengikuti TKA. Acara dijadwalkan pukul 08.00. Ada waktu satu jam sambil menunggu acara dimulai. Biasanya, waktu tanggung seperti ini tidak akan aku manfaatkan untuk membuka laptop dan mengerjakan beberapa pekerjaanku. Biasanya, aku akan merasa sungkan dan takut dianggap sok rajin. Namun, aku teringat satu perkataan Ryu Hasan bahwa banyak orang sebenarnya merasa dirinya penting, meski sebenarnya tidak. Perkataan...

Obsesi Pada Kebersihan

Kamu punya laptop samsung dengan penyimpanan internal cukup besar, setidaknya bagimu. Ada dua bahkan. Namun, dua penyimpanan itu tak pernah terisi sampai penuh. Dari dulu kamu seperti itu, belum sampai setengah penuh saja kamu sudah gatal ingin menghapus file-file di dalamnya. Memilih dan memilah file-file yang berpotensi tak berguna lagi, kemudian menghapusnya agar ruang penyimpanan di laptopmu selalu longgar telah menjadi kebiasaanmu. Setiap kali akan mengerjakan tugas dan harus membuka laptop, kamu sering tergoda untuk membuang file-file di sana. Akibatnya kamu butuh waktu lebih lama mempersiapkan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Kamu juga melakukan hal yang sama terhadap ruang penyimpanan di HPmu. Foto-foto, video, dan filefile di sana sering sekali kamu buang. Kamu lebih sering melakukan penghapusan file di HP karena HP adalah perangkat yang lebih sering kamu bawa ke mana-mana. Waktu yang dihabiskan untuk membersihkan HPmu juga menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan lap...

Pengaruh Masa Kecil

Senin, 12 Januari 2026 Senin ini cukup panjang. Aku upacara bendera, mengajar di kelas 7G dan di kelas 7J. Aku pulang cepat hari ini. Tepatnya, pulang sesuai jam kerja. Aku mampir ke rumah ibuku di Rakitan untuk menabung. Di sana, aku makan bekal makan siangku. Ibu masak busil atau keladi dengan campuran daun so dengan santan kental yang pedas. Dulu aku tak suka masakan seperti ini. Tapi, entah mengapa sekarang aku suka sekali masakan-masakan yang bahan bakunya diambil ibuku dari kebun. Seperti masakan ini. Aku makan dengan lahap. Rasa lapar dan pedas masakan membuatku makan dengan nikmat. Ibuku sedang memetiki daun singkong yang muda-muda. Memisahkan daun dari tangkainya. Tangkai-tangkai itu nantinya dipotong kecil-kecil untuk pakan marmut atau kelinci sementara daunnya ia masak untuk keluarga. Aku sangat suka daun singkong yang dimasak pelas. Masak pelas ini adalah daun singkong yang dimasak dengan parutan kelapa dan ditambah kencur untuk memunculkan rasa segar. Semakin hari, aku sem...